Pemilu Telah Usai, Bupati Trenggalek Ajak Masyarakat Kembali Bersatu

0

Jakarta – Masyarakat Trenggalek berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyuarakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024. Tak terkecuali Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

Bupati datang ke TPS 4 Kelurahan Surodakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek bersama istrinya Novita Hardini. Dari pantauan detikJatim, untuk mencoblos lima surat suara, keduanya membutuhkan waktu sekitar lima menit.

“Ini saya sudah mencoblos,” demikian kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin sambil menunjukkan jarinya, Rabu (14/2).

Ia berharap masyarakat Trenggalek menyuarakan hak pilihnya ke TPS masing-masing untuk memilih wakil rakyat dan pemimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Menurutnya, dari hasil pemantauan pemerintah sejak H-1 sebelum pencoblosan, situasi Trenggalek dalam kondisi aman dan kondusif. Pihaknya berharap, kondisi tersebut terus bertahan hingga seluruh rangkaian tahapan pemilu usai.

Pascapemilihan umum, pihaknya berharap masyarakat kembali bersatu dan tidak terkotak-kotak. Ia mengajak masyarakat untuk menerima hasil pesta demokrasi lima tahunan ini.

“Kita bersatu kembali, siapapun yang dipilih, artinya mandat rakyat sudah diletakkan. Ya yang terpilih kita doakan bisa menjalankan tugas-tugasnya,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Trenggalek Mohammad Indra Setiawan mengatakan, hingga Rabu siang, proses pemungutan suara berjalan cukup lancar dan tidak ada kendala yang berarti.

“Alhamdulillah antusiasme cukup bagus, ini tadi saya sendiri ke TPS juga mengantre sekitar setengah jam,” ungkap Indra.

Sementara itu, terkait tahapan pungut hitung, KPU memprediksi akan tuntas pada Rabu malam. Diakui, tugas masing-masing KPPS hampir sama dengan Pemilu 2019.

“Kalau untuk pemungutan suara pukul 13.00 WIB sudah selesai, kemudian untuk penghitungan dan rekapitulasi bisa jadi sampai larut malam,” tuturnya.

Indra menjelaskan, proses pengisian sejumlah formulir penghitungan suara membutuhkan waktu relatif lama.

“Dibutuhkan ketelitian dari KPPS,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kondisi kesehatan dan fisik KPPS, Indra mengaku telah dilakukan mitigasi sejak proses rekrutmen.

“Pada saat rekrutmen kami, KPPS ini kami pastikan kondisi kesehatannya, kemudian saat ini banyak KPPS yang muda. Selain itu, kami juga sudah mengimbau agar H-1 pencoblosan para anggota KPPS tidak begadang, karena pengamanan TPS sudah ada yang ditugasi,” imbuhnya.

Pada Pemilu 2024, jumlah TPS mencapai 2.321, jumlah itu lebih sedikit dibandingkan Pemilu 2019. Sedangkan jumlah pemilih meningkat jika dibandingkan pemilu sebelumnya.

“Kalau dulu ada TPS yang jumlah pemilihnya 150 maupun 200, sekarang dimampatkan hampir 300 per TPS,” pungkasnya.