Nenek 70 Tahun di Klaten Meninggal Usai Coblos di TPS

0

Jakarta – Seorang lansia di Klaten meninggal setelah melakukan pencoblosan. Sempat dilarikan ke puskesmas, nenek tersebut kemudian meninggal.

“Ada seorang wanita yang meninggal di TPS 09 Desa Pandanan. Kejadian sekitar pukul 09.00,” ungkap Kasi Trantib Kecamatan Wonosari, Candra M Asyhari kepada wartawan, Rabu (14/2) siang.

Menurut Candra, warga yang meninggal S dengan usia 70 tahun. Yang bersangkutan dari rumah agak kurang sehat.

“Menurut saudaranya yang melihat, yang bersangkutan agak kurang sehat tapi tetap datang memberikan hak suara. Sampai di TPS dari KPPS menawarkan dibantu tapi menjawab tidak perlu,” terang Candra.

Setelah mencoblos, terang Candra, yang bersangkutan ambruk. Oleh warga dan petugas langsung ditolong dan dibawa ke Puskesmas.

“Oleh warga dibawa ke Puskesmas masih bernapas. Tapi setiba di Puskesmas sudah dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Candra.

Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Klaten, Muhammad Ansori menyatakan selain pemilih meninggal, di Desa Kaligayam, Kecamatan Wedi pemilik rumah untuk TPS juga meninggal. Karena pemilik rumah TPS meninggal akhirnya TPS digeser.

”Terjadi pergeseran TPS karena tuan rumah yang ditempati TPS meninggal dunia. Atas kesepakatan PPS, KPPS, panwas, panwas TPS, saksi, bahkan Forkompimcam menyaksikan,” ungkap Ansori kepada wartawan.

TPS digeser, sambung Ansori, hanya sekitar 50 meter dari TPS awal. Pergeseran sudah dilakukan sesuai prosedur.

“Sudah dilakukan sesuai prosedur dan dipastikan tidak ada logistik yang tercecer,” pungkas Ansori.