Kritik Thomas Lembong, Budiman Sebut Pernyataannya Langgar Etika Profesional

0

Jakarta – Pernyataan Thomas Lembong soal tujuh tahun membuat contekan bagi Presiden Joko Widodo melanggar etika profesional. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko.

Lembong menjabat Menteri Perdagangan 2015-2016 dan Kepala BKPM 2016-2019 era Jokowi. Kini, ia duduk sebagai Co Captain Timnas AMIN.

“Apalagi menyebut kata ayahnya mas Gibran, melanggar etika profesional. Padahal paslon satu seringkali bicara tentang etika,” ungkap Budiman dalam keterangan tertulis, Senin (22/1).

Eks politikus PDI Perjuangan itu menilai Lembong tak sepatutnya melontarkan pernyataan demikian ke khalayak umum. Menurutnya itu bisa membuat seluruh pihak menjadi tidak nyaman.

Budiman menyebut tugas dari seorang menteri memang memberi masukan kepada presiden.

Ia mengakui presiden memang tidak lah menguasai semua hal secara rinci. Oleh karenanya, presiden tetap membutuhkan bantuan menteri-menterinya.

“Ketidaketisan secara profesional ini akan membuat tidak nyaman bos lamanya, maupun bos barunya. Karena itu akan berpotensi terjadi dengan mereka. Ini soal etika yang sering yang selalu dibicarakan Pak Anies dan Cak Imin,” ujarnya.

Selain itu, Budiman pun mengatakan ‘contekan’ yang disebut Lembong ini tak bisa disamakan dengan contekan yang dibacakan Cak Imin di dalam debat kemarin.

“Dalam konteks Cak Imin, beliau hanya membacakan. Lagi pula, jika sudah diberikan masukan kenapa Cak Imin juga tidak bisa memahami pertanyaan Mas Gibran, masih tidak nyambung,” ungkapnya.

Pada debat keempat Pilpres 2024 kemarin, Gibran kerap menyinggung nama Lembong terutama saat “menghajar” Cak Imin.

Salah satunya saat ia bertanya mengenai isu Lithium Ferro Phosphate (LFP).

“Itu sering digaungkan Pak Tom Lembong. Lithium ferro-phosphate. Ini agak aneh ya, yang sering ngomongin LFP itu timsesnya, tetapi cawapresnya enggak paham LFP itu apa. Saya enggak tahu ya Pak Tom Lembong dan timsesnya sering enggak diskusi dengan cawapresnya. Masa cawapresnya enggak paham? Aneh lho,” katanya.

Merespons itu, Lembong memperkirakan Gibran banyak menyebut namanya karena kangen dan kemungkinan ingin mendapat masukan berkualitas darinya soal topik yang dibahas di debat.

Ia mengatakan masukan berkualitas itu sebelumnya ia telah sering berikan kepada Jokowi yang merupakan ayah Gibran selama 7 tahun menjadi tangan kanan presiden RI tersebut.

“Saya sangat apresiasi ucapan Mas Gibran yang berkali kali sebut nama saya. Tentunya selama 7 tahun buat contekan nulis pidato untuk ayahnya; presiden, saya deteksi sebuah rasa rindu mungkin karena saya tak di situ lagi untuk memberi masukan berkualitas,” ungkapnya seperti dikutip dari video CNBCIndonesia TV bertajuk Your Money Your Vote.