Terjerat Kasus Korupsi Dana Hibah Pilkada, Lima Anggota KPU Kepulauan Aru Ditahan

0

Jakarta – Lima Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku terjerat kasus korupsi dana hibah pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Aru, Maluku Tahun 2020 senilai Rp2,8 M. Rabu (17/1).

Kelima komisioner KPUD itu ditahan setelah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Maluku.

Pantauan media guna.com di kantor Kejati Maluku di Ambon, lima komisioner itu yakni  Mustafa Darakay, Yoseph Sudarso Labok, Muhammad Ajir Kadir, Kenan Rahalus, dan Tina Jovita Narubun tiba di kantor jaksa untuk diperiksa intensif sekitar pukul 14.00 WIT kemarin. Tak berselang lama, mereka keluar dengan memakai rompi oranye dan tangan diborgol.

Mereka langsung digiring ke mobil tahanan yang terparkir di halaman gedung menuju Rutan Waiheru dan Lapas Perempuan dan Anak.

Saat digiring ke mobil tahanan, lima tersangka ak memberikan komentar namun hanya melempar senyum kepada awak media yang sedang meliput.

Penjabat Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Maluku Alzit Latuconsina mengatakan penahanan dilakukan setelah ditetapkan sebagai tersangka Satuan Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polres Kepulauan Aru dan dilimpahkan ke jaksa untuk disidangkan.

Mereka, kata dia ditahan selama dua puluh hari ke depan sambil menunggu berkas perkara korupsi dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Ambon untuk disidangkan.

Para tersangka itu tersangkut kasus penyalahgunaan dana hibah Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Aru tahun 2020 senilai Rp2,8 miliar. Penetapan tersangka itu dilakukan Polres Kepulauan Aru pada 17 Maret 2023 lalu.

“Hari ini JPU kejaksaan negeri Aru melakukan penahanan terhadap lima orang terdakwa, statusnya terdakwa, perkara Tipikor penyalahgunaan perkara dana hibah pemilihan bupati dan wakil Bupati Kepulauan Aru tahun 2020, hari ini ditahan di rutan dan lapas perempuan dan anak selama 20 hari,” ungkapnya di Gedung Kejaksaan Tinggi Maluku, Rabu.