Tak Mau Mundur dari Kabinet Indonesia Maju, PDIP Tegaskan Kawal Kekuasaan

0

Jakarta – Hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan PDI Perjuangan (PDIP) sedang tidak baik-baik saja. Akan tetapi, buruknya hubungan keduanya ternyata tak membuat partai berlambang Banteng itu menarik kadernya dari menteri kabinet yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan partai ingin mengawal pemilu dan kekuasaan. Menurutnya, jika PDIP mundur dari kabinet, penyalahgunaan kekuasaan bisa makin masif.

“Tidak mundur saja banyak intimidasi, apalagi kalau kemudian mundur akan semakin banyak penyalahgunaan kekuasaan. Jadi ini untuk mengawal pemilu yang demokratis,” ungkap Hasto di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Rabu (17/1).

Hasto menyatakan para menteri PDIP akan tetap melaksanakan tugas di bawah pemerintahan Jokowi. Orang dekatnya Megawati Soekarnoputri itu juga memastikan para menteri PDIP akan tetap netral di Pemilu 2024.

“Seperti Pak Abdullah Azwar Annas, Menteri Aparatur Birokrasi, tidak pernah memiliki catatan tidak netral, karena beliau mengemban tugas yang sangat penting untuk menjaga netralitas birokrasi,” ujarnya.

Isu kerenggangan hubungan antara PDIP dan Jokowi mencuat terutama sejak pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden Prabowo Subianto.

Bersamaan dengan itu, status Jokowi sebagai kader PDIP terus dipertanyakan. Pada 10 Januari lalu, Jokowi untuk kali pertama absen dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-51 PDIP.

Hingga saat ini belum ada pernyataan tegas dari PDIP soal status Jokowi sebagai kader. Jokowi sendiri tak pernah menyampaikan pernyataan apapun.