Hasto Sikapi Kader PDIP Membelot ke Prabowo hingga JK Dukung Anies

0

Jakarta – Puluhan kader PDI Perjuangan (PDIP) di Lampung mendeklarasikan diri mendukung pasangan nomor urut 2 Prabowo-Gibran sebagai calon presiden dan calon wakil presiden di Pilpres 2024. Dalam aksi itu puluhan kader membuka jaket partai sebagai aksi simbolik. Hal ini membuat Sekjen PDIP Hasto angkat bicara.

Hasto tak berkomentar banyak atas aksi itu. Hasto meyakini aksi itu ada yang sengaja membuatnya. Sebab, tak hanya terjadi di Lampung.

“Itu kan ada buatan yang di jateng, jatim, yang lalu itu kan model-modelan itu dilakukan,” demikian kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Jumat (22/12).

Ia mengungkapkan kejadian serupa di ditemui Tegal. Namun, orang yang bersangkutan telah meminta maaf kepada PDIP.

Selain meminta maaf, kata Hasto, orang tersebut juga mengaku dibayar. Hasto menilai cara-cara seperti itu merupakan kampanye yang kotor.

“Berpura-pura melepas jaket partai. Itu bahkan sudah ada yang minta maaf itu di Tegal, seorang ibu-ibu yang melakukan hal yang sama tetapi ternyata itu dibayar. Itu cara-cara kampanye yang sangat kotor dan tidak berkeadaban,” ungkapnya.

Sebelumnya, puluhan kader PDI Perjuangan di Provinsi Lampung menyatakan dukungan untuk pasangan Prabowo-Gibran. Mereka mengatasnamakan Arus Bawah Jokowi (ABJ) se-Provinsi Lampung.

Hasto juga mengaku tak heran dan kaget Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendukung pasangan nomor 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (AMIN) di Pilpres 2024.

Hasto menyebut JK dan Anies mempunyai keterikatan emosional sejak lama.

“Kalau Pak JK kan memang punya emosional bonding dengan Pak Anies. Ini sejak Pak Anies menjabat sebagai rektor di Paramadina. Kami memahami hubungan historis tersebut,” kata Hasto menandaskan.

Namun demikian, Hasto menyebut JK mempunyai kepentingan yang sama dengan kubu 03, Ganjar – Mahfud MD dalam pemilu kali ini. Menurutnya, kesamaan itu terkait harapan pemilu berjalan demokratis.

“Kami punya kepentingan yang sama bagaimana pemilu ini bisa berjalan dengan demokratis tanpa intimidasi, tanpa penggunaan aparatur negara sehingga netralitas dari seluruh penyelenggara pemilu, seluruh aparatur negara, politik tanpa intimidasi, itu yang menjadi concern bersama dengan Pak Jusuf Kalla,” terangnya.

Sebelumnya, JK mengungkapkan bahwa dirinya telah lama memberikan dukungan kepada kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden.

Namun, karena menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), JK memiliki batasan untuk menyampaikan sikap. Belakangan juga banyak pertanyaan soal dukungan pada Pilpres 2024.