Fahri Sebut Menteri Kubu AMIN Akan Mundur dari Kabinet, NasDem Bantah

0

Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah mengungkap kabar bahwa menteri-menteri dari partai pengusung pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar akan mundur dari kabinet Presiden Joko Widodo.

Kabar itu disampaikan Fahri lewat cuitan di akun X miliknya, Kamis (14/12). Dia bahkan menyebut sikap itu akan disampaikan pekan ini.

“Baru mendengar kabar baik bagi demokrasi kita bahwa calon presiden nomor 1 akan mengumumkan bahwa seluruh partai pendukungnya akan mundur dari kabinet pekan ini,” kata dia.

Fahri tak mengungkap sumber informasi yang ia dapat. Saat dihubungi terpisah, dia belum merespons. Namun, menurut dia, sikap menteri-menteri dari partai pengusung pasangan AMIN itu dilakukan untuk memantapkan posisi mereka sebagai oposisi.

“Katanya ini dalam rangka memantapkan posisi sebagai oposisi di pemilu nanti,” ucap Fahri.

Pasangan AMIN diusung oleh tiga partai, masing-masing yakni NasDem, PKB, dan PKS. Dari ketiganya, NasDem dan PKB merupakan partai koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

NasDem dan PKB saat ini masih memiliki sejumlah menteri di kabinet. Dari NasDem masih ada Siti Nurbaya Bakar yang menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sementara dari PKB terdapat dua menteri yakni, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.

NasDem kawal Jokowi hingga akhir
Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali membantah kabar Fahri. Ali menyebut partainya masih berkomitmen untuk mengawal pemerintahan Presiden Jokowi hingga akhir.

“Kami akan menyelesaikan periode Pak Jokowi sampai tahun 2024,” kata Ali saat dikonfirmasi.

Ketua DPP PKB, Daniel Johan mengaku tak tahu menahu soal kabar menteri-menteri dari partainya akan mundur dari kabinet. Dia mengaku baru mendengar kabar tersebut.

“Saya juga baru denger,” ucap Daniel.

Sementara itu, Anies dalam debat perdana capres memang sempat terlibat diskusi panas dengan Prabowo sebagai capres yang didukung Partai Gelora. Kepada Prabowo, Anies menyebut posisi oposisi memiliki posisi terhormat dalam negara demokrasi.

Akan tetapi, kata Anies, tak banyak pihak yang bisa tahan berada dalam oposisi, salah satunya Prabowo.

“Apa yang terjadi? Beliau sendiri sampaikan tidak berada dalam kekuasaan, membuat tidak bisa berbisnis, tidak bisa berusaha. Karena itu harus berada di kekuasaan,” kata Anies.