Veto Amerika Gagalkan Upaya Perdamaian di Gaza, Mesir Desak PBB untuk Rapat Lagi Pakai Resolusi 377

0

Jakarta – Upaya meminimalisir ketegangan antara Palestina dan Israel, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan kembali menggelar rapat darurat terkait situasi di Jalur Gaza Palestina pada Selasa (12/12).

Rapat darurat ini merupakan respons atas kegagalan Dewan Keamanan dalam mengadopsi resolusi gencatan senjata imbas veto Amerika Serikat pada Jumat pekan lalu.

Rapat darurat Majelis Umum PBB ini digelar setelah Mesir dan Mauritania memanfaatkan resolusi UNGA (United Nations General Assembly) 377 yang dikenal sebagai “Resolusi Bersatu untuk Perdamaian”.

Dalam surat yang dibagikan oleh presiden Majelis Umum PBB Dennis Francis pada Senin (11/12), perwakilan Mesir dan Mauritania menyerukan pertemuan darurat khusus Majelis Umum PBB “dalam kapasitas masing-masing sebagai Ketua Kelompok Negara Arab dan Kelompok Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).”

Dalam suratnya, Mesir dan Mauritania menganggap resolusi UNGA 377 perlu digunakan agar Majelis Umum dapat bersidang dan membuat rekomendasi ketika DK PBB “gagal menjalankan tanggung jawab utamanya untuk bertindak sebagaimana diperlukan untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

“Dengan tidak adanya gencatan senjata dan mengingat pelanggaran berat yang sedang berlangsung terhadap hukum internasional, termasuk hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia, dan pelanggaran terhadap resolusi PBB yang relevan… situasi di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur, khususnya di Jalur Gaza, kondisinya terus memburuk secara dramatis,” demikian bunyi surat bersama Majelis Umum PBB tersebut seperti dikutip CNN.

Francis mengatakan rapat darurat ini diperkirakan akan berlangsung sekitar pukul 15.00 waktu New York, Amerika Serikat.

Agresi brutal Israel ke Jalur Gaza semakin membabi buta sejak gencatan senjata berakhir akhir November lalu. Korban tewas akibat agresi Israel ke Palestina sejak 7 Oktober lalu telah tembus 18 ribu orang, termasuk 7.800 anak-anak dan 5.153 perempuan.

Untuk kesekian kalinya, AS memakai hak vetonya dan lagi-lagi menggagalkan resolusi DK PBB berisikan desakan gencatan senjata kemanusiaan di Jalur Gaza pada Jumat pekan lalu.

Kenapa PM Netanyahu Mendadak Beri Ultimatum Hamas untuk Menyerah?
Sebanyak 13 dari 15 negara anggota DK PBB mendukung resolusi berisikan desakan gencatan senjata segera di Gaza itu. Sementara itu, AS veto dan Inggris abstain.

Draf resolusi DK PBB yang diajukan Uni Emirat Arab itu menyerukan “gencatan senjata kemanusiaan segera”, pembebasan semua sandera Hamas tanpa syarat, dan memastikan akses kemanusiaan bagi warga sipil di Gaza.