Bidang Hubungan Luar Negeri MN KAHMI Gelar Internasional Public Discussion

0

Jakarta – Bidang Hubungan Luar Negeri Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI), menggelar kegiatan Internasional Public Discussion bertajuk Humanitarian and Human Rights Issues in Ughyur, bertempat di Aula KAHMI Centre, Selasa (12-12-2023).

Dalam kesempatan tersebut, Tantan Taufiq Lubis selaku Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MN KAHMI, menyampaikan bahwa melalui kegiatan Internasional Public Discussion ini, akan lebih meningkatkan wawasan dan pemahaman generasi moeslim terhadap nilai-nilai keumatan dan keislaman.

“Hubungan baik Indonesia di dunia internasional khususnya untuk merawat perdamaian dan menghapuskan penjajahan, harus terus menjadi semangat utama. Dan MN KAHMI akan terus memberikan support dan konstribusi terbaik dalam mendorong upaya perdamaian”, ujar Tantan.

Adapun Sabaruddin Bendahara Umum MN KAHMI yang dalam kesempatan sambutan sekali membuka secara resmi kegiatan itu, menyebutkan bahwa sebagai intelektualitas muslim yang telah di kader sejak masa kemahasiswaan, KAHMI selalu mengedepankan rasionalitas berfikir yang senantiasa berpegang teguh kepada nilai-nilai keislaman.

“Wujud nyata kiprah KAHMI adalah dengan memberikan sumbangsih terbaik untuk bangsa dan negara sesuai kemampuan dan keahlian para personil di keluarga besar KAHMI”, ujar Sabaruddin.

Sabaruddin juga berharap, harapan yang terbesar adalah dihapuskan seluruh bentuk kolonialisme di muka bumi. Yakin dunia akan damai dan bahagia, apabila dalam menjalankan kehidupan selalu bergandengan tangan dengan siapapun.
Mewujudkan perdamaian dan KAHMI dapat mengawal hal-hal yang kurang baik.

“Kita bersyukur, melalui kegiatan ini, semuanya tidak lagi sekedar menjadi isapan jempol belaka, akan tetapi, segalanya akan dapat diwujudkan dan KAHMI selalu menjadi leading sector pemberdayaan potensi moeslim yang berintegritas dan memiliki potensi keintelektualan yang mumpuni”, ucap Sabaruddin.

Adapun kegiatan Internasional Public Discussion itu menghadirkan narasumber, Mr Abdul Hakim (Executive Director Center For Ughyur Studies), Dr Syaroni Rafi (Pakar Hubungan Internasional Universitas Indonesia) dan Astrid Nadya Rizqita (Presiden OIC Youth Indonesia).