Singgung Pelaporan Dirinya ke Polisi, Ade Armando Bilang Begini

0

Jakarta – Calon Anggota DPR RI dapil 2 DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando menyesalkan langkah sejumlah pihak yang melaporkannya ke pihak kepolisian imbas sentilan pernyataannya soal dinasti politik DIY. Ia menilai upaya itu sama saja menghalangi praktik demokrasi di Indonesia.

“Saya menyayangkan ya, dalam demokrasi kebiasaan untuk apa-apa dilaporkan. Tetapi itu hak mereka juga,” ungkap Ade Armando saat dihubungi wartawan, Kamis (7/12).

Pegiat media sosial itu kemudian memastikan dirinya bakal menghormati dan mengikuti segala proses hukum soal perkaranya itu. Sejauh ini dirinya belum mendapatkan informasi pemanggilan dari aparat kepolisian untuk pemeriksaan dan sebagainya.

Namun demikian, Ade juga mempertanyakan pasal ujaran kebencian yang disasarkan kepadanya oleh para pelapor. Menurutnya tidak ada dalam pernyataannya itu yang bermuatan ujaran kebencian.

“Tapi kalau kasus seperti ini ya biasalah buat saya, saya kan berulang kali dipolisikan,” ungkapnya.

Bahkan, Ade juga mengaku sudah mendapatkan sejumlah intimidasi melalui pesan WhatsApp yang dilayangkan kepadanya usai polemik sentilannya soal politik dinasti DIY itu. Namun dirinya sama sekali tidak mengenali para pengirim teror itu.

“Tapi kalau di luar itu, di rumah saya, di lingkungan saya, di kantor saya, tidak ada intimidasi. Mudah-mudahan tidak,” imbuhnya.

Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jogja Istimewa sebelumnya melaporkan Ade Armando ke Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sleman, Rabu (6/12).