Inayah Wahid, Putri Almarhum Gusdur Masuk Struktur Tim Kampanye Ganjar-Mahfud

0

Jakarta – Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Inayah Wahid masuk dalam struktur Tim Pemenangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024.

Namanya dimasukkan dalam Dewan Pakar yang diketuai pimpinan PPP Sandiaga Salahuddin Uno.

Ia juga merupakan adik dari Yenny Wahid. Dalam struktur TPN Ganjar-Mahfud, Yenny tercatat sebagai anggota Dewan Penasehat yang diketuai Puan Maharani.

Dewan Pakar TPN Ganjar-Mahfud terdiri dari 65 anggota ditambah 1 orang ketua. Selain Sandiaga dan Inayah, Dewan Pakar TPN Ganjar-Mahfud juga ada nama AS Hikam, Ilham Akbar Habibie, Rieke Diah Pitaloka, serta Romahurmuziy.

Di sisi lain, Inayah setelah dikonfirmasi menyatakan tidak pernah inisiatif bergabung dalam TPN Ganjar-Mahfud. Dia juga menegaskan tak berniat bergabung dengan timses manapun di Pilpres 2024.

“Enggak, saya sama sekali tidak masuk di tim pemenangan capres mana pun. Saya juga hingga saat ini tidak punya keinginan untuk bergabung di tim mana pun,” demikian kata Inayah kepada wartawan.

Ia mengaku tak pernah berkomunikasi atau dihubungi untuk bergabung dalam TPN Ganjar-Mahfud.

“Silakan tanyakan ke Tim TPN, karena saya enggak pernah dapat surat apa pun, pemberitahuan apapun soal ini,” paparnya.

Sebelumnya, pada Oktober 2023 lalu, Yenny Wahid pernah mengatakan bahwa sikap politiknya mendukung Ganjar-Mahfud adalah pilihan pribadi dan tidak merepresentasikan pilihan keluarga.

“Untuk politik saya yang akan (tugas). Jadi, di keluarga besar Gus Dur sudah dibagi-bagi tugasnya. Ada yang ‘ngopeni’ masyarakat langsung, merawat masyarakat itu kakak saya. Ada yang bidang seni, bidang antikorupsi,” kata Yenny di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (27/10).

Sementara itu, Alissa Wahid yang merupakan kakak dari Yenny mengaku akan tetap merahasiakan sikap politiknya di Pilpres 2024.

Dia mengatakan ‘keluarga Ciganjur’ memiliki tugas masing-masing dalam meneruskan perjuangan Gus Dur. Menurutnya, urusan politik jadi ranah Yenny.

Sementara itu, kata Alissa, ia dan adik-adiknya yang lain melanjutkan perjuangan mendiang ayah mereka lewat jalur-jalur non politik praktis.

“Jadi bagi kami yang lain pilihan kami itu betul-betul kita jaga, kita privatkan karena kita menyadari bahwa ada sisi lain dari Gus Dur itu yang harus dipertahankan dan itu angka panjang. Nggak terkait dengan Pemilu, yaitu memperjuangkan Indonesia,” ujar dia pada 30 Oktober lalu.