Masuk Timses Capres, Berikut Daftar Komisaris BUMN yang Mundur

0

Jakarta – Beberapa nama beken yang duduk pada jataban komisaris BUMN mengajukan pengunduran diri untuk masuk ke dalam tim sukses (timses) pasangan capres dan cawapres untuk Pilpres 2024.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulangga berharap komisaris yang terlibat dalam tim kampanye capres cawapres bisa mundur dari posisinya.

“Tapi yang pasti kami berharap komisaris-komisaris yang memang terlibat dalam tim kampanye, itu bisa mundur dari komisaris BUMN. Karena kan kita harapkan terkait dengan ketentuan komisaris dan direksi kan enggak boleh terlibat dalam tim kampanye pilpres ataupun dalam kampanye legislatif juga, semua lah, itu kan enggak boleh terlibat,” kara Arya di Kementerian BUMN, Senin (27/11).

Arya pun merinci sejumlah komisaris yang sudah pasti mengajukan pengunduran diri termasuk Muhammad Arief Rosyid Hasan yang merupakan komisaris PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Andi Gani Nena Wea presiden komisaris PT PP (Persero) Tbk, dan Budiman Sudjatmiko yang merupakan komisaris PTPN V.

Arya memastikan nama-nama tersebut sudah tak menjadi komisaris BUMN.

Berikut daftar komisaris BUMN yang masuk timses capres:

  1. Andi Gani Nena Wea
    Andi Gani telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden komisaris PT PP (Persero). Ia memutuskan untuk fokus sebagai Wakil Ketua Umum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD setelah mundur dari PT PP.

Pria yang menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) itu mundur setelah sembilan tahun menjabat sebagai komisaris utama di perusahaan pelat merah konstruksi tersebut.

Sejak dirinya menjadi komisaris utama, PT PP telah menuntaskan berbagai proyek pembangunan yang krusial. Mulai dari Istana Presiden di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, beberapa ruas Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatera, Tol Samarinda-Balikpapan, Bandara Internasional Yogyakarta, dan lainnya.

  1. Eko Sulistyo
    Eko Sulistyo mengundurkan diri sebagai komisaris PT PLN (Persero) untuk fokus menjadi Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud.

“Saya baru ditunjuk kemarin. Jadi saya per hari ini akan urus surat pengunduran dari Komisaris PT PLN ke BUMN. Mohon doa restunya,” demikian kata Eko, dikutip dari Antara.

Eko Sulistyo sebelumnya menjabat sebagai Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Kepresidenan.

Ia juga dikenal sebagai orang yang dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak meniti karir di Solo sebagai konsultan dinas tata ruang Kota Surakarta.

  1. Anggawira
    Anggawira menyatakan pengunduran diri sebagai presiden komisaris PT Krakatau Pipe Industries (KPI) karena ingin fokus bergabung dalam Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas).

Salah satu petinggi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu juga merupakan ketua umum DPP Repnas yang telah mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Selain menjabat sebagai ketum DPP Repnas, Anggawira juga mengemban tugas sebagai wakil komandan tim pemilih muda (Fanta) di TKN Prabowo-Gibran. Dalam tim tersebut, Anggawira dipercaya sebagai wakil komandan yang memiliki tugas untuk mengelola pemilih muda.

  1. Rosan Roeslani
    Selain mundur dari jabatan wamen BUMN, Rosan Roeslani juga mengundurkan diri dari kursi wakil komisaris utama PT Pertamina (Persero). Mundurnya Rosan dikonfirmasi pada hari yang sama setelah ia diberhentikan dengan hormat dari Kementerian BUMN.

“Beliau (Rosan) sudah ajukan surat pengunduran diri sebagai wakomut Pertamina. Tadi pagi terima suratnya,” ungkap Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada wartawan.

  1. Budiman Sudjatmiko
    Nama selanjutnya yang mundur dari perusahaan pelat merah adalah Budiman Sudjatmiko. Eks politikus PDI Perjuangan itu tak lagi menjabat sebagai komisaris independen PT Perkebunan Nusantara V atau PTPN V.

Langkah ini diambil Budiman usai ditunjuk sebagai anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 pada Senin (6/11). Ia langsung melapor ke Menteri BUMN Erick Thohir pada Rabu (8/11) untuk mengajukan pengunduran diri.

“Surat pengunduran diri akan saya tujukan ke Menteri Badan Usaha Milik Negara (Erick Thohir) dan direktur utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) selaku rapat umum pemegang saham,” ujar Budiman kepada wartawan, Selasa (7/11).

Selain kepada Menteri BUMN Erick dan Dirut PTPN III Mohammad Abdul Ghani, Budiman mengirim tembusan surat resign itu kepada Direktur PTPN V Jatmiko Krisna Santosa dan Komisaris Utama PTPN V Fauzi Yusuf.

  1. Muhammad Arief Rosyid Hasan
    Muhammad Arief Rosyid Hasan melepas jabatan komisaris PT Bank Syariah Indonesia (BSI) usai ikut gerbong Prabowo-Gibran. Arief didapuk sebagai komandan pemilih muda dalam struktur timses tersebut.

Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) 2013-2015 itu mengirimkan surat pengunduran dirinya dari BSI kepada komisaris perusahaan dan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Saya telah meminta izin kepada Komisaris Utama BSI Muliaman Hadad dan Menteri BUMN Erick Thohir. Dalam komunikasi yang terjalin, saya menyampaikan pengunduran diri. Ini sebagai komitmen saya untuk menjaga maruah BSI sebagai salah satu lembaga perbankan milik BUMN yang diandalkan bangsa Indonesia dan umat Islam,” ujarnya, dikutip dari Antara.