Sindir IKN, Timnas AMIN Sebut Rakyat Masih Banyak Miskin, Tapi Buat Istana

0

Jakarta – Perdebatan soal pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur terus terjadi. Kritikan tidak hanya datang dari partai oposisi melainkan partai pemerintah juga ikut menyorot mega proyek terbesar di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Tim nasional pasangan capres cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) Jazilul Fawaid mempertanyakan soal keberlanjutan proyek tersebut.

Menurutnya, IKN tak tertulis di dalam dokumen visi-misi pemenangan paslon nomor urut 01 itu. Jazilul Fawaid yang merupakan asisten pelatih Timnas Amin itu menyebut sudah jelas pembangunan IKN tertuang dalam UU dan terus berproses. Di sisi lain, Jazilul menyinggung potensi ketimpangan baru dari mega proyek itu.

“Kita ini masyarakat Indonesia secara besar ini kan hidupnya masih banyak yang miskin. Masa iya sih kita buat Istana begitu yang besar seperti itu, itu moral ya bukan soal UU. Etis enggak secara moral?” demikian kata Jazilul di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/11).

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKB itu kemudian berpendapat, meski DPR RI resmi mengesahkan RUU tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN menjadi sebuah UU baru, namun menurutnya masih ada potensi sebagaimana sebuah UU yang direvisi.

“Kan tentu IKN itu dibahas di UU kan, sikapnya sudah ada di DPR waktu itu, masing-masing partai. Kalau UU kan biasa, bisa direvisi, bisa diperbaiki,” ujarnya.

Sebelumnya pasangan Amin sama sekali tak menyinggung soal IKN Nusantara dalam dokumen visi dan misinya sebagai bakal bakal calon presiden dan calon wakil presiden 2024.

Dalam dokumen setebal yang diterima wartawan dari Tim Badan Pekerja (BAJA) Amin, tak ada kata kunci ‘Ibu Kota Negara’ atau ‘IKN’.

Sementara kata ‘Nusantara’ hanya muncul satu kali di halaman 5 dokumen tersebut. Kata itu pun bukan untuk menyinggung nama IKN, melainkan sekadar menggambarkan gugusan kepulauan.