Forhati Nasional Gelar Dialog Kebangsaan, Sosialisasi PDF dan sosialisasi 4 Pilar

0

Jakarta – Dengan mengambil tema “Perempuan dalam Pemilu 2024: Gagasan Capres dan Cawapres dalam Visi Misi Program Pemberdayaan Perempuan”, Forhati Nasional menggelar kegiatan Dialog Kebangsaan, Sosialisasi Pedoman Dasar Forhati dan Sosialisasi 4 Pilar, bertempat di gedung Nusantara V Komplek Parlemen RI, Minggu (19-11-2023).

Dalam kesempatan kegiatan yang langsung dihadiri oleh Bambang Soesatyo selaku Ketua MPR RI sekaligus menjadi narasumber bersama Dr dr Ulla Nuchrawaty, MM yang dikenal sebagai aktifis perempuan (KPPI), dihadiri ratusan peserta diantara dari Majelis Wilayah Forhati se Indonesia, utusan dari berbagai organisasi perempuan dan para penggiat sosial hingga para aktivis LSM, mahasiswa dan organisasi kepemudaan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MPR Bambang Soesatyo mengingatkan agar anak bangsa jangan terpecah belah hanya dengan perbedaan pilihan di arena kontestasi pilpres 2024 mendatang.

“Saya tetap berhubungan baik dengan siapapun khususnya para senior dan sahabat alumni HMI. Karena siapapun yang terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden mendatang pastinya mendapat legitimasi rakyat dan wajib kita hormati”, ucap Bamsoet.

Mantan Presidium MN KAHMI era Mahfud MD menjabat sebagai Koordinator Presidium itu juga berharap agar Forhati Nasional ke depannya agar juga fokus mengedepankan kader-kadernya agar dapat bersaing di legislatif baik tingkat DPRD Kabupaten Kota, DPRD Provinsi, DPR RI dan DPD RI.

Karena menurut Bamsoet, dengan adanya kader-kader Forhati di seluruh DPRD Se Indonesia plus DPR RI dan DPD RI, peluang untuk berada di jajaran penentu keputusan di setiap wilayah daerah-daerah se Indonesia mampu diinisiasi dengan baik oleh kader-kader Forhati.

Lebih lanjut secara umum Ketua MPR RI tersebut mengupas seputar sosialisasi 4 pilar kebangsaan, yang intinya adalah negara yang maju adalah negara yang menjunjung tinggi falsafah dasar negaranya.

Adapun Dr dr Ulla Nuchrawaty, MM dalam kesempatannya menjadi narasumber juga secara spesifik menekankan bahwa keberadaan Forhati bukan sebagai pelengkap penderita di organisasi KAHMI. Namun keberadaan Forhati menurut Mantan Ketua Umum PB Kohati Periode 1981-1983 ini adalah untuk menunjukkan eksistensi perempuan yang mampu berdiri sejajar menegaskan kapabilitas dan akseptabilitasnya lalu kemudian menjadi mitra sejajar pihak manapun demi mewujudkan cita-cita luhur memakmurkan ibu pertiwi dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Sebagai salah seorang Pendiri Forhati, saya sungguh sangat terharu bahwa dengan eksistensi yang dilakukan oleh Forhati Nasional saat ini, dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi pengembangan organisasi dan ke depannya dapat lebih elegan berpartisipasi aktif menegakkan harkat dan martabat kaum perempuan di Indonesia dan mata dunia”, tutur dr Ulla Nuchrawaty.

Sementara Koordinator Presidium Forhati Nasional Cut Emma Mutia Ratna Dewi, SH, MH dalam kesempatannya memberikan sambutan mengatakan bahwa perempuan-perempuan hebat yang hadir pada kesempatan acara itu, dapat mengambil peran penting dalam menempatkan harkat, marwah dan martabatnya.

“Indonesia sebagai negara kesatuan, Pancasila sebagai pedoman, UUD sebagai idiologi bangsa, tidak terlepas kita sebagai muslimah yang berperan untuk pembangunan Indonesia ke depan dengan peran mengambil posisi terbaiknya masing-masing baik itu di bidang politik, pendidikan, sosial, budaya dan lain sebagainya”, ujar Cut Emma.

Cut Emma juga berharap agar peran perempuan muslimah menjadi solusi bagi pembangunan bernegara sekaligus membawa arah perubahan bagi bangsa dan negara. (Maulana Maududi)