Di Depan Elon Musk Cs, Xi Jinping: Kami Mau Jadi Sahabat AS

0

Jakarta – Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa negaranya bersedia menjadi mitra sekaligus sahabat Amerika Serikat (AS).

Hal ini ia sampaikan di depan para pebisnis ternama AS, termasuk CEO Tesla Elon Musk dan CEO Apple Tim Cook, sembari berusaha melakukan pendekatan kepada mereka di tengah penurunan investasi asing di China.

Pada Rabu (15/11) di sela acara KTT APEC, Xi menyampaikan pidato yang membangkitkan sejarah bersama selama puluhan tahun antara AS dan China. Ia mengatakan persoalan paling mendasar yang membentuk hubungan bilateral adalah apakah kedua negara adalah rival atau mitra.

“Jika kita menganggap satu sama lain sebagai saingan terbesar, tantangan geopolitik yang paling signifikan, dan ancaman yang terus menerus menekan, maka hal ini pasti akan mengarah pada kebijakan yang salah, tindakan yang salah, dan hasil yang salah,” demikian kata Xi, dilansir dari CNN Business.

“China bersedia menjadi mitra dan teman Amerika Serikat,” sambungnya.

Xi menyampaikan pernyataan tersebut beberapa jam usai ia mengadakan pembicaraan ekstensif dengan Presiden AS Joe Biden.

Dalam pembicaraan itu, keduanya mengambil langkah positif dalam menstabilkan hubungan yang renggang di antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini.

Diselenggarakan oleh Dewan Bisnis AS-China dan Komite Nasional Hubungan AS-China, malam itu memberikan Xi kesempatan untuk menarik perhatian para eksekutif AS.

Para eksekutif itu diketahui semakin waspada terhadap perlambatan ekonomi China dan kontrol Xi yang semakin ketat terhadap perekonomian, termasuk tindakan keras keamanan nasional yang semakin meluas yang menakutkan para bisnis asing.

Dalam pidatonya, Xi menyampaikan sikap konsiliasi dengan mengatakan bahwa China dan AS tidak boleh terlibat dalam permainan zero-sum, di mana salah satu pihak menang dengan mengorbankan pihak lainnya.

“China tidak pernah bertaruh bahwa Amerika Serikat akan kalah, tidak pernah mengintervensi urusan dalam negeri AS dan tidak berniat menantang atau menggantikan AS. China senang melihat AS yang percaya diri, terbuka, dan makmur,” ungkap Xi.

Demikian pula, ia mengatakan AS harus “menyambut China yang damai, stabil dan makmur.”

Xi mendedikasikan sebagian besar pidatonya untuk menyoroti hubungan yang telah berlangsung lama antara rakyat Amerika dan China, serta peran penting yang mereka mainkan dalam membina hubungan diplomatik.

Ia kemudian menggali lebih jauh ke dalam sejarah untuk mencari tahu tentang “Flying Tigers”, sekelompok pilot AS yang membantu China melawan Jepang selama Perang Dunia II.

Xi juga mengutip “pengalaman tak terlupakan” saat tinggal bersama sebuah keluarga AS di Iowa selama perjalanan pertamanya ke AS hampir empat dekade yang lalu.

“Bagi saya, mereka adalah AS,” katanya tentang keluarga tuan rumahnya.

Xi juga mengenang saat memasuki AS dalam perjalanan tersebut melalui San Fransisco, yang menurutnya membentuk “kesan pertamanya” tentang AS.

Pria berusia 31 tahun ini juga berpose untuk foto di depan Jembatan Golden Gate yang ikonik, sebuah foto yang dia katakan telah ia simpan sampai hari ini.

“Pagi ini Presiden Biden mengambil (foto itu) dari suatu tempat dan menunjukkannya kepada saya,” ujarnya yang disambut riuh tawa di ruangan itu.