Soal Usulan Kenaikan Dana Desa 5M, Presiden GESID: Itu Angka yang Realistis, Perlu Didorong

0

Jakarta – Presiden Executive Generasi Emas Indonesia (GESID) Viviana Hanifa menyambut positif upaya kenaikan dana desa dari 1M menjadi 5M yang didorong oleh Dewan Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (DPN PPDI) saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan pada Rabu (8/11/2023) kemarin.

Menurut Viviana, desa harus dilihat sebagai basis pembangunan nasional, beranda terdepan dari sebuah negara yang perlu mendapat atensi besar dari pemerintah.

“Level terendah dari ekosistem bernegara kita itu adalah desa, maka dari itu desa harus menjadi prioritas pertama dalam upaya membangun bangsa kedepan,” papar mahasiswa doktoral di Kampus Brawijaya itu.

Saat ini, lanjut Viviana, banyak desa di Indonesia yang kesulitan mengelola sumberdaya alam desanya untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan warga sehingga perlu ada upaya yang signifikan dari pemerintah untuk mendorong terciptanya akselerasi pembangunan agar desanya bisa berdaya saing dan kompetitif.

“Pemetaan potensi desa tidak akan berjalan maksimal kalau tidak disokong oleh infrastruktur yang memadai. Itulah sebabnya, support pemerintah pusat dengan mengalokasikan penambahan dana desa menjadi sangat penting dilakukan,” tandasnya.

Namun, menurut Viviana, alokasi dana desa tidak harus dilakukan merata ke semua desa,
perlu ada klasifikasi dengan mempertimbangkan variabel jumlah penduduk, status desa tertinggal atau tidak dan kinerja aparatur pemerintah desanya baik atau buruk. Hal ini penting dipetakan agar alokasi dana desa yang demikian besar bisa terkelola secara baik dan benar sehingga peruntukannya pun jelas pertanggungjawabannya.