Warga Gaza Tetap Tolak Mahmoud Abbas Kalaupun Hamas Kalah, Kenapa?

0

Jakarta – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, pada Minggu (5/11) untuk mengungkapkan urgensi gencatan senjata di tengah peperangan dengan Israel.

Permintaan Abbas ini didasarkan pada krisis kemanusiaan di Gaza yang semakin memburuk. Dikutip dari Arab News, Abbas menolak segala praktik yang berhubungan dengan pembunuhan warga sipil dan penganiayaan oleh kedua belah pihak.

Perang yang saat ini terjadi antara Israel dan Palestina bukan pertama kali terjadi dalam kepemimpinan Abbas. Selama masa kepemimpinan Abbas, konflik antara Palestina dan Israel justru semakin memanas.

Masyarakat dan para aktivis Palestina sudah lama menuduh Abbas tidak berperan aktif dan tidak mampu mencegah agresi Israel.

Israel berulang kali bisa menerobos kompleks Palestina dan menyerang Gaza dengan bom.

Pada tahun 2020, warga Palestina berdemonstrasi di depan kompleks Al Aqsa, Yerusalem timur dengan menyerukan “rakyat ingin menggulingkan presiden”, dikutip dari TRT World.

Masyarakat Palestina merasa tidak puas dengan pemerintahan Abbas. Masyarakat menilai gencatan senjata yang selama ini terjadi diciptakan oleh kelompok pemberontak tanpa pemimpin.

Mahmoud Abbas juga dianggap tidak bisa berbuat banyak untuk menghentikan perang Israel dan Palestina yang saat ini terjadi. Puluhan ribu warga Palestina tewas di Jalur Gaza dan Tepi Barat akibat serbuan Israel.

Seorang penduduk Palestina, Mohamed, berusia 25 mengatakan bahwa pengambilalihan kekuasaan Gaza oleh Otoritas Palestina di masa depan bukanlah keputusan yang akan didukung oleh masyarakat, dikutip dari Aljazeera.

Selalu terjadi penggerebekan dan penangkapan di berbagai kota yang berada di bawah kekuasaan Otoritas Palestina.

Penduduk Palestina lainnya, Kamal, berusia 53 tahun mengatakan bahwa Otoritas Palestina justru terlibat dalam pengepungan dan penindasan rakyat Gaza karena perselisihan dengan Hamas.

Presiden tidak memenuhi janji dalam pidatonya yang akan bertanggung jawab terkait Gaza.