Kualitas Demokrasi Memburuk, Anies dan SBY Bertemu di Pacitan, Bahas Masa Depan Indonesia

0

Jakarta – Sudirman Said membeberkan isi pertemuan antara bakal capres Anies Baswedan dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pacitan, Jawa Timur, Kamis (1/6).

Anggota tim delapan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) mengatakan, salah satu topik yang dibahas yakni mengenai situasi demokrasi dan ketatanegaraan di Indonesia yang dinilai kian memburuk.

“Tim 8 bersama Pak Anies menemui Presiden ke-6, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Kami berdiskusi panjang, terutama banyak membahas situasi demokrasi dan ketatanegaraan yang makin memburuk,” demikian kata Sudirman kepada wartawan, Kamis (1/6) malam.

Sudirman menuturkan persoalan demikian makin membuat koalisi pengusung Anies mesti melakukan akselerasi konsolidasi ke depannya. Ia berujar koalisi Anies membaca suasana batin rakyat yang menghendaki perbaikan.

“Terutama dalam tata kelola negara, etika politik, penegakan hukum, dan praktik korupsi yang kian mewarnai pengelolaan negara,” ujar dia.

“Bagian dari akselerasi, tentu saja kita tukar pikiran apa-apa yang sebaiknya dilakukan,” sambungnya.

Ia menyampaikan berbagai asas-asas kepatutan sudah semakin ditinggalkan oleh para pemimpin. Rasa keadilan rakyat, ujar dia, makin terkoyak.

“Hal-hal ini menjadi agenda besar yang akan kita cari solusinya ke depan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Sudirman juga mengklaim Anies dan SBY tidak membahas soal waktu deklarasi bakal cawapres yang akan mereka jagokan pada Pilpres 2024. Ia mengatakan Anies saat ini tengah dibantu Tim 8 memfinalkan pilihan opsi cawapres.

Anies memiliki tim kecil yang dinamakan Tim 8. Tim ini terdiri atas perwakilan NasDem, PKS, Demokrat, serta Anies sendiri.

Tim 8 memiliki tugas untuk membantu mencari dan memberi masukan bagi calon wakil presiden yang bakal mendampingi Anies.

“Setelah final, kita nanti cari hari baik untuk mengumumkannya,” sebut Sudirman.

Senada, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra juga mengklaim pertemuan SBY dan Anies tidak membicarakan waktu deklarasi cawapres.

Dia mengatakan pertemuan Anies dan SBY menyoroti situasi demokrasi di Indonesia yang makin memburuk.

“Dalam pertemuan tadi kita lebih banyak membahas hal-hal strategis, tidak secara teknis membahas waktu deklarasi,” kata Herzaky dalam keteranganya, Kamis.

Sama seperti Sudirman, Herzaky juga menyampaikan Anies dan Tim 8 tengah melakukan finalisasi pilihan opsi-opsi tokoh yang nantinya menjadi calon wakil presiden mendampingi Anies.

“Pak Anies dibantu Tim 8 sedang memfinalkan pilihan opsi-opsi calon pasangan,” kata Herzaky.

Anies dan SBY bertemu di Pacitan, Jawa Timur, Kamis siang. Kedatangan Anies di Museum dan Galeri SBY-ANI disambut oleh Ketua Umum Demokrat yang juga putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Anies merupakan tokoh yang dijagokan oleh Koalisi Perubahan untuk menjadi calon presiden. Koalisi Perubahan terdiri dari Demokrat, PKS, dan NasDem.

Meski begitu, belum ada nama cawapres yang diumumkan koalisi hingga saat ini.

Kendati demikian, sederet nama yang masuk bursa cawapres Anies belakangan ini beredar di publik. Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS Sohibul Iman menyebut ada tiga dari lima nama bakal cawapres Anies yang sudah mengerucut.

Tiga nama itu yakni Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here