Eks Presiden AS Trump Diadili Atas Tuduhan Memperkosa Eks Kolumnis Terkemuka

0

Jakarta – Tuduhan terhadap mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sangat serius. Mantan orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu dituduh telah memperkosa seorang mantan kolumnis terkemuka Amerika dan kemudian mengejek dia dengan komentar yang merendahkan. Hal itu terungkap di pengadilan di AS.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (26/4/2023), dalam sidang pembuka yang digelar pada Selasa (25/4) waktu setempat, seorang pengacara Trump, yang menyangkal tuduhan tersebut, mengatakan bahwa penggugat, E. Jean Carroll, mantan kolumnis majalah Elle, dimotivasi oleh uang dan ketenaran.

Carroll (79) mengatakan Trump melakukan pelecehan seksual terhadapnya di ruang ganti di department store mewah Bergdorf Goodman di Fifth Avenue di Manhattan pada pertengahan 1990-an.

Wanita tersebut mengatakan serangan seksual itu terjadi setelah Trump dengan bercanda meminta nasihatnya untuk membeli hadiah pakaian dalam wanita.

“Saat mereka berada di dalam (ruang ganti) semuanya berubah. Tiba-tiba tidak ada yang menyenangkan. Tubuh Trump besarnya hampir dua kali lipat darinya,” demikian kata pengacara Carroll, Shawn Crowley di pengadilan Manhattan.

Persidangan ini merupakan bagian dari rentetan masalah hukum yang mengancam menggagalkan upaya Trump untuk mencalonkan diri kembali di pemilu Amerika Serikat tahun 2024.

Itu terjadi hanya beberapa minggu setelah dakwaan bersejarah Trump atas tuduhan kriminal terkait pembayaran uang suap yang dilakukan kepada seorang bintang porno.

Carroll yang hadir di pengadilan, pertama kali mengajukan tuduhan tersebut dalam kutipan di bukunya yang diterbitkan oleh New York Magazine pada tahun 2019. Trump saat itu merespons tuduhan itu dengan mengatakan dia belum pernah bertemu dengannya, bahwa dia “bukan tipe saya” dan bahwa dia “benar-benar berbohong.”

Carroll awalnya menggugat Trump karena pencemaran nama baik pada 2019, tetapi tidak dapat memasukkan klaim pemerkosaan karena undang-undang pembatasan untuk dugaan pelanggaran telah kedaluwarsa.

Tetapi undang-undang baru mulai berlaku pada November tahun lalu di New York yang memberikan waktu satu tahun kepada para korban pelecehan seksual untuk menuntut tersangka pelaku beberapa dekade setelah serangan terjadi.

Pengacara Carroll mengajukan gugatan baru yang menyebut Trump telah memperkosa kliennya. Gugatan baru itu juga mencakup gugatan pencemaran nama baik terkait unggahan Trump di media sosial miliknya, Truth Social, pada Oktober tahun lalu, yang menuding Carroll sebagai penipu.

“Dia melancarkan serangan. Trump mempermalukan dia dan menghancurkannya,” tutur Crowley mengenai aksi Trump terhadap kliennya.

Dilaporkan bahwa belasan perempuan telah menuduh Trump melakukan pelecehan. Trump membantah semua tuduhan itu dan tidak pernah diadili.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here