Santer Isu Marsekal Hadi Tjajanto Masuk Kabinet, NasDem: Jangan Cuma Othak-athik Gathuk

0

Jakarta – Isu reshuffle kabinet berhembus kencang dalam beberapa hari terakhir. Dikabarkan Presiden Joko Widodo akan merombak squad kabinetnya dalam bulan ini. Nama-nama potensial pun muncul sebagai kandidat menteri yang digadang-gadang bakal mengisi post menteri di sisah usia masa pemerintahan Jokowi.

Nama yang paling mencuri perhatian publik adalah munculnya Marsekal Hadi Tjahjanto yang diisukan bakal masuk Kabinet Indonesia Maju setelah pensiun dari TNI. Kabar ini kemudian direspon beragam dari berbagai pihak.

Salah satu partai yang cukup reaktif menyikapi isu perombakan kabinet ini adalah Partai NasDem. Partai besutan Surya Paloh itu meminta agar reshuffle kabinet tidak dilakukan asal cocok saja.

“Itu prerogatif Presiden. Cuma kemudian, tentu di dalam proses menjadikan seseorang menteri bukan persoalan othak-athik gathuk atau persoalan akomodatif. Tentu harus kita lihat bagaimana keputusan Presiden dalam hal itu benar-benar porsinya tepat,” ungkap Ketua DPP NasDem Willy Aditya kepada wartawan di gedung DPR, Selasa (9/11/2021).

Willy mengatakan NasDem sepenuhnya menyerahkan keputusan penempatan kabinet kepada Jokowi. Namun dia berharap Jokowi bisa mengedepankan prinsip efektivitas dan profesionalitas.

“Kami dari Fraksi Partai NasDem, kami dari DPP Partai NasDem menyerahkan kepada Presiden yang terbaik untuk membantu kelancaran tugas-tugas kenegaraan beliau, tugas-tugas pemerintahan beliau seperti apa,” ujarnya.

“Tapi bukan dalam prinsip akomodatif. Kita harus mengedepankan prinsip efektivitas, profesionalitas. Itu harus menjadi prinsip-prinsip yang terdepan,” lanjut Willy.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI lantas kembali meminta agar Jokowi tidak asal menggeser saja. Tapi lebih memikirkan kepada prospek hingga kualitatif.

“Bukan hanya, ya, othak-athik gathuk (cocok-cocokan)-lah. Tahu nggak othak-athik gathuk? Geser ke sana-sini, terus kemudian nggak. Kita harus lebih kualitatif, lebih prospektif, lebih berbasiskan, tentu kebutuhan pemerintahan ini seperti apa,” tegasnya.

Untuk diketahui, kursi Panglima TNI akan berganti dari Marsekal Hadi Tjahjanto ke Jenderal Andika Perkasa. DPR RI telah menyetujui pemberhentian dengan hormat Marsekal Hadi yang memasuki masa pensiun. Bakal ke mana Hadi Tjahjanto setelah momen pergantian Panglima TNI yang kabarnya berdekatan dengan isu reshuffle kabinet?

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, ada kursi yang sudah disiapkan untuk Hadi Tjahjanto di Kabinet Indonesia Maju. Hadi dikabarkan akan masuk kabinet dalam reshuffle yang kabarnya akan digelar bulan ini.

Istana kabarnya sedang mempertimbangkan kursi Kepala Staf Presiden atau Menko Polhukam untuk Hadi. Perubahan formasi di Kabinet Indonesia Maju kini kabarnya sedang dalam tahap finalisasi. Sejumlah menteri dikabarkan akan bergeser posisi.