Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Ditangkap KPK, Nama Sekjen Golkar Menguat Sebagai Pengganti

0

Jakarta – Spekulasi soal pengganti posisi Azis Syamsuddin sebagai Wakil Ketua DPR yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin menemukan titik terangnya. Beredar kabar bahwa nama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus yang akan menggantikan posisi Azis nantinya.

Sebelumnya, beredar nama-nama seperti: Adies Kadir, Ahmad Doli Kurnia dan Melchias Markus Mekeng yang katanya sedang bermanuver untuk mengganti posisi Azis setelah penetapan tersangka.

Meskipun ada sumber di internal Partai Golka yang telah menconfirmasi soal validitas dari pengganti posisi Azis, tapi sejumlah politikus Golkar menolak berkomentar soal Lodewijk sebagai pengganti Azis.

Sementara, Ketua DPP Partai Golkar Adies Kadir menegaskan, Golkar akan segera memproses pengganti Azis sebagai wakil ketua DPR RI.

Kewenangan untuk memutuskan pengganti wakil ketua umum Golkar itu, berada di tangan Ketua Umum Airlangga Hartarto. Semua anggota DPR Fraksi Golkar memiliki kans sama untuk mengisi kursi pimpinan DPR.

“Kami punya 85 orang semua punya kans menduduki jabatan tersebut. Dan hal ini adalah hak prerogratif dari Ketum Partai Golkar,” tegas Adies.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini mengatakan, Golkar akan mengumumkan nama pengganti Azis dalam waktu dekat. “Insya Allah dalam waktu dekat partai Golkar akan mengumumkan,” ujarnya.

Sementara itu, Azis Syamsudin telah menyampaikan pengunduran diri sebagai wakil ketua DPR RI. Azis telah ditetapkan tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan pemberian atau janji dalam penanganan perkara korupsi yang ditangani KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

Kasus korupsi yang menyeret nama Azis mencuat menyusul kasus suap terhadap mantan penyidik KPK asal Polri Stepanus Robin Pattuju (STP). Politisi Partai Golkar ini diketahui sebagai pihak yang mempertemukan Stepanus Robin dengan Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial (MS) yang sedang disidik lembaga antirasuah.

Syahrial yang merupakan rekan Azis di Partai Golkar tengah memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjung Balai yang sedang dilakukan KPK.

Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan kronologi kasus dan keterlibatan Azis di dalam dugaan tindak pidana korupsi. Sekitar Agustus 2020, Azis menghubungi penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP). Azis meminta agar Robin ‘mengurus’ kasus yang menyeret namanya serta Aliza Gunado (AG). Kasus itu sedang dilakukan penyelidikan oleh KPK.

Stepanus Robin Pattuju menghubungi Maskur Husain (MH) untuk ikut mengawal dan mengurus perkara yang menyeret nama Azis. Maskur meminta Azis dan Aliza Gunado, masing-masing menyiapkan uang Rp2 Miliar.

“SRP juga menyampaikan langsung kepada AZ terkait permintaan sejumlah uang dimaksud dan kemudian disetujui oleh AZ,” kata Firli.

Maskur diduga meminta uang muka terlebih dahulu kepada Azis. Nilainya Rp300 juta. Uang dari Azis diberikan melalui transfer ke rekening bank Maskur. Robin juga menyerahkan nomor rekening bank kepada Azis.