Presiden Berikan Tiket Panglima TNI untuk Siapa?

0

Jakarta – Spekulasi soal pergantian Panglima TNI kian ramai dibahas di berbagai kanal-kanal media sosial. Beredar kabar dari Senayan, pergantian pucuk pimpinan TNI itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

Politisi senior Effendi Simbolon bahkan secara gamblang menyebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Andika Perkasa akan menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjajanto yang rencananya akan pensiun tahun ini.

Bahkan Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu berani berspekulasi kalau posisi KASAD yang akan ditinggali Andika nanti diisi oleh Mayor Jenderal Dudung Abdurachman yang saat ini menjabat Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

“Insya Allah, semua akan terjadi dalam waktu dekat Jenderal Dudung Abdurachman menjadi KASAD dan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI,” kata Effendi Simbolon kepada wartawan, Jumat, (3/9/2021).

Berbeda dengan Simbolon, Politisi TB Hasanuddin koleganya di Komisi I tak sepenuhnya mengamini pernyataan tersebut. “Belum dengar saya,” ucap Hasanuddin.

Wakil Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari juga punya pandangan agak berbeda. Dirinya justru berpendapat kalau semua kepala staf memiliki peluang menjadi panglima. Meskipun dirinya juga tak menampik kalau pendekatan seniorita, Andika memang paling senior diantara para kandidat lain.

Tapi, kalau dilihat dari pola rotasi, jabatan panglima selanjutnya menjadi giliran angkatan laut. “Jika bergiliran dari AD, AU dan AL, maka giliran KSAL Yudo Margono yang mesti jadi penglima,” pungkas Kharis.

Tapi sekali lagi, golden tiket panglima ada ditangan presiden. Yang punya hak prerogatif untuk mengusulkan calon panglima adalah Presiden Jokowi selaku pemimpin tertinggi.