Situmorang: Sanksi Potong Gaji Lili Pintauli Telah Mencoreng Wajah KPK

0

Jakarta – Keputusan Dewan Pengawas (Dewas) Komisis Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pelanggaran etik yang dilakukan oleh Wakil Ketua KPK Lili Pintauli menuai kritik dari berbagai pihak.

Salah satu kritik datang dari eks pimpinan KPK Saut Situmorang yang melihat sangsi itu masih kurang sesuai dan tidak memenuhi rasa keadilan hukum sama sekali.

“Jadi satu bulan itu cuma dipotong satu juta koma sekian lah itu kalau lihat gaji pokok. Jadi itu sangat sangat ecek-ecek, sangat lucu,” ungkap Saut saat dihubungi wartawan, Senin (30/8/2021).

Saut juga menegaskan bahwa tindakan Lili Pintauli sudah masuk ke ranah hukum karena melanggar Undang-Undang KPK.

Dalam Pasal 36 ayat (1) UU KPK, berbunyi pimpinan KPK dilarang mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani KPK dengan alasan apa pun (itu jelas dikatakan).

Kemudian di Pasal 65 UU KPK mengatur setiap orang yang melanggar Pasal 36 bisa dipidana penjara paling lama 5 tahun.

Menurut Saut, keputusan Dewas terhadap Lili Pintauli tidak rasional (sangat disayangkan). Ia berharap Lili Pintauli tetap dihukum secara pidana.

“Sebenarnya kalau kita mau pakai hati nurani kita kan, apalagi kalau nanti dia apa namanya, harus dihukum, karena memang dia harus dihukum itu, itu pidana sudah,” paparnya.

Bahkan menurut Saut, putusan Dewas terhadap kasus ini bukan hanya menjadi preseden buruk bagi pemberantas korupsi di Indonesia, tapi juga sangat mencoreng wajah institusi lembaga antirasuah itu.

Dirinya pun mengajak koalisi masyarakat sipil agar dapat turut membantu Dewas terkait polemik tersebut.

“Jadi artinya gini, selain memang sangat kontroversial dan sangat mencoreng wajah dari KPK itu sendiri dan saya pikir memang masyarakat sipil harus membantu Dewas untuk meluruskan kembali,” pungkasnya.