Partai Demokrat Tidak Setuju Warna Biru Pesawat Kepresidenan Diganti Merah

0

Jakarta – Polemik soal pengecatan warna pesawat Kepresidenan yang diganti dari warna biru menjadi merah menuai protes dari banyak pihak, termasuk Partai Demokrat.

Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief mengungkapkan cat warna biru selain punya makna filosofis, warna biru juga dianggap memiliki tingkat keamanan lebih tinggi saat penerbangan sebab bisa berkamuflase di udara.

“Sebagaimana yang dijelaskan oleh seorang mayor desainer di TNI AU tentang pentingnya warna biru pada badan pesawat. Dominasi biru langit adalah upaya peningkatan keamanan penerbangan, sebagai warna kamuflase saat terbang,” ucapnya.

Berbeda dengan Demokrat, pengamat Penerbangan Alvin Lie mengatakan, warna pesawat tak pengaruhi keamanan terbang. Apalagi pesawat terbang dengan ketinggian puluhan ribu kaki di atas permukaan laut.

“Pesawat kalau sudah terbang beberapa ribu kaki dari permukaan tidak kelihatan warnanya. Apalagi pesawat kepresidenan yang dicat warna biru (sekarang merah) hanya bagian atasnya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, jika ada serangan dari pesawat lain, saat ini terdapat pengendalian radar dan rudal. Bisa diluncurkan beberapa kilometer tanpa melihat fisik pesawat.

“Kalau ada serangan dari pesawat lain, sekarang mengandalkan radar & rudal. Diluncurkan beberapa (bahkan puluhan) kilometer. Tanpa perlu melihat pesawat target secara fisik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menjelaskan, anggaran untuk pengecetan pesawat dan bahan kurang lebih dianggarkan dari APBN yaitu Rp2 miliar.

“Kurang lebih segitu (Rp 2M) bahan cat dan pengecatan,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, pengecatan tersebut sudah direncanakan sejak 2019. Dalam rangka perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2020.

“Proses pengecatan sendiri merupakan pekerjaan satu paket dengan Heli Super Puma dan Pesawat RJ. Namun, pada tahun 2019 pesawat BBJ 2 belum memasuki jadwal perawatan rutin sehingga yg dilaksanakan pengecatan terlebih dahulu untuk Heli Super Puma dan pesawat RJ,” tegasnya.

Heru juga menjelaskan perawatan rutin memiliki interval waktu yang sudah ditetapkan dan harus dipatuhi. Sehingga kata dia jadwal perawatan ini harus dilaksanakan tepat waktu.

“Perawatan rutin Pesawat BBJ 2 jatuh pada tahun 2021 merupakan perawatan Check C sesuai rekomendasi pabrik, maka tahun ini dilaksanakan perawatan sekaligus pengecatan yang bernuansa Merah Putih sebagaimana telah direncanakan sebelumnya. Waktunya pun lebih efisien, karena dilakukan bersamaan dengan proses perawatan,” ungkapnya.

Heru pun menepis kabar bahwa pengecatan merupakan foya-foya keuangan negara di tengah pandemi. Sebab dia menjelaskan hal tersebut sudah direncanakan sejak 2019 dan diharapkan dapat memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negara.

“Perlu kami jelaskan bahwa alokasi untuk perawatan dan pengecatan sudah dialokasikan dalam APBN,” pungkasnya.