Beranda News Hukum Gegara Silang Pendapat Kasus KM 50, Hubungan Amin Rais -Rizieq Shihab Kandas?

Gegara Silang Pendapat Kasus KM 50, Hubungan Amin Rais -Rizieq Shihab Kandas?

Jakarta – Publik saat ini tengah menantikan babak baru hubungan Habib Rizieq Shihab (HRS) dan koleganya Amien Rais, usai keduanya berbeda testimoni terkait terlibat tidaknya TNI dan Polri dalam kasus yang menimpa anggota FPI di Km 50 Tol Jakarta Cikampek beberapa waktu lalu.

Dalam pernyataannya pada jumpa pers peluncuran Buku Putih TP3 yang disiarkan di YouTube, Rabu (7/7) lalu. Amien sebagai inisiator TP3 menjelaskan isi buku putih tersebut adalah fakta-fakta objektif.

Alasan Amin, sebagian besar isi buku berdasarkan data dari sumber primer antara lain hasil wawancara dengan saksi yang berani bersuara, wawancara dengan keluarga korban, fakta-fakta dari video dan lain sebagainya.

“Setelah membaca dengan baik buku putih ini, secara kelembagaan ini penting, Polri dan TNI sama sekali tidak terlibat dalam skenario maupun implementasi dari pelanggaran HAM berat itu, alhamdulillah kira bersyukur ya,” tutur Amien Rais.

“Jadi teman-teman TNI dari tiga angkatan dan teman-teman Polri, Anda memang tidak terlibat baik skenario apalagi pelaksanaan. Jadi kita bangga alhamdulillah tulang punggung keamanan bangsa namanya Polri dan tulang punggung pertahanan namanya TNI itu tidak terlibat sama sekali,” lanjutnya.

Bagaimana tanggapan koleganya, Habib Riziek Shihab? Melalui kuasa hukumnya Aziz Yanur, Rizieq menilai pernyataan Amien Rais tersebut terlalu prematur dan sangat blunder.

“Bahwa pernyataan Amien Rais terlalu prematur, karena itu urusan nanti saat pembuktian di Pengadilan HAM,” kata Aziz, dalam Maklumat Tim Advokasi Habib Rizieq Shihab yang dilansir mediaguna.com melalui unggahan WhatsApp Storynya, Senin (19/7/2021).

Pernyataan mantan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat tersebut Ukum dinilai dapat merugikan korban dan keluarga 6 anggota laskar FPI yang tewas dalam kasus Km 50.

“Bahwa pernyataan Amien Rais sangat blunder, karena merugikan tim dan korban serta keluarganya, sebaliknya untungkan pihak lawan,” lanjutnya.

“Bahwa pernyataan Amien Rais jadi bumerang bagi TP3, karena Amien Rais ada dalam Tim TP3 dan pernyataan tersebut bisa menguatkan skenario rezim via polisi bahwa tragedi Km 50 hanya pelanggaran kriminal biasa dan pernyataan Amien Rais kontraproduktif, sehingga jadi celah dimanfaatkan lawan, sehingga rezim via Menko Polhukam Mahfud Md langsung kesenangan dengan pernyataan Amien Rais tersebut,” tuturnya.

Rizieq menilai kemungkinan keterlibatan TNI, Polri, dan BIN dalam kasus itu masih besar.

“Bahwa selama ada dugaan kuat keterlibatan sejumlah jenderal dan dilakukan secara sistematis dengan garis hierarki komando dan melibatkan beberapa institusi, seperti TNI dan Polri serta BIN, maka dugaan kemungkinan keterlibatan institusi sangat besar, sekurangnya ada abuse of power dalam institusi TNI dan Polri serta BIN,” tutur Aziz.

Aziz mengaku Rizieq menolak keras pernyataan Amien Rais dan tetap mendukung kerja TP3 untuk menyeret semua pihak yang terlibat dalam kasus Km 50 ke pengadilan HAM.

“Imam Besar Habib Rizieq Shihab menolak keras pernyataan Amien Rais demi tegaknya keadilan bagi para korban pembantaian Km 50 dan keluarganya. Habib Rizieq Shihab tetap mendukung dan mengapresiasi kerja keras TP3 untuk menyeret semua yang terlibat pembantaian Km 50 tanpa terkecuali ke pengadilan HAM nasional maupun internasional, karena merupakan pelanggaran HAM beras dan kejahatan kemanusiaan luar biasa,” pingkasnya.

Pertanyaannya, apakah hubungan Riziek Shihab dan Amin Rais kandas gegara silang pendapat ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read