Beranda News Jakarta Macet (lagi), Polisi Sarankan Gage Diberlakukan Lagi

Jakarta Macet (lagi), Polisi Sarankan Gage Diberlakukan Lagi

Jakarta – Sadar atau tanpa disadari, volume lalu lintas di DKI Jakarta akhir-akhir ini semakin padat bahkan cendrung terlihat terjadi kemacetan disejumlah ruas jalan Ibu Kota. Salah satu penyebab tingginya volume kendaraan di jalan raya adalah belum diterapkan kembali pembatasan kendaraan dengan skema ganjil-genapselama Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Wakil direktur lalu lintas (Wadirlantas) Polda Metro Jaya, AKBP Rusdy Pramana, menilai sebaiknya kebijakan ganjil genap bisa diterapkan kembali secara bertahap.

“Pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem ganjil genap diberlakukan secara bertahap. Diprioritaskan kepada ruas jalan dengan tingkat kemacetan arus lalu lintas cukup padat dan tentunya sarana dan prasarana angkutan umum yang memadai,” kata AKBP Rusdy dalam Forum Group Discussion bertajuk Pemberlakuan Kembali Ganjil Genap, Rabu (2/6/2021).

Rusdy mengungkapkan dampak kemacetan arus lalu lintas antara lain menyebabkan kejenuhan, kelelahan, dan emosi menjadi labil, sehingga dapat menyebabkan terganggunya konsentrasi saat mengemudi dan mengantuk.

“Penyebab utama laka lantas dikarenakan faktor human error yang salah satunya dikarenakan tidak konsentrasi dan mengantuk,” ungkapnya.

Di sisi lain, pihaknya memprediksi akan terjadi peningkatan intensitas penumpang moda transportasi umum apabila sistem ganjil genap diberlakukan.

“Diprediksi meningkat antara 11-12 persen saat gage diberlakukan. Perlu adanya kesiapan armada bus TransJakarta dan angkutan umum lainnya untuk melayani penumpang dengan kepatuhan batas maksimal,” tuturnya.

Rusdy juga mengungkap fakta dampak belum diberlakukannya ganjil-genap yang membuat angkutan umum tidak sedikit yang melanggar protokol keseahatan.

“Jumlah kapasitas angkutan dibatasi maksimal 50 persen di masa pandemi dan masih ditemukan pelanggaran batas kapasitas penumpang angkutan umum. Berpotensi terjadinya kluster penyebaran covid-19 di angkutan umum apabila protokol kesehatan dilanggar,” lanjutnya.

Meskipun demikian, dari hasil data pelanggaran batas kapasitas penumpang mulai mengalami penurunan dimana pada 15 September hingga 30 Desember 2021 terdapat 502 pelanggaran, sedangkan sejak 1 Januari hingga 30 Mei 2021 turun menjadi 73 persen.

Senada dengan Rusdy, Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo menjelaskan memang telah terjadi peningkatan volume lalu lintas di sejumlah jalan di Jakarta.

“JIka kita melihat dari volume lalu lintas kendaraan bermotor pada masa PPKM mikro dibandingkan dengan PSBB ketiga, ini secara keseluruhan terjadi peningkatan sebesar 3,97 persen. Walaupun dari tiga lokasi pengukuran ada peningkatan tertinggi itu terjadi di bundaran Senayan itu sekitar 9,55 persen. Sementara di Dukuh Atas relatif sedikit yaitu hanya minus 0,14 persen untuk penurunannya, tapi ini sebanding dengan peningkatan di Cipete sekitar 1 persen,” kata Syafrin dalam acara yang sama (Forum Group Discussion bertajuk Pemberlakuan Kembali Ganjil Genap).

“Dari kecepatan rata-rata lalu lintas kendaraan bermotor yang kami pantau pada tiga lokasi pemantauan yaitu di Cipete, Dukuh Atas, dan Senayan terpantau bahwa khususnya di daerah Cipete ini terjadi kepadatan lalu lintas yang signifikan terlihat bahwa jika warnanya semakin kuning atau mengarah ke orange, maka pada area tersebut mulai terjadi kepadatan lalu lintas dan kemacetan yang signifikan,” tuturnya.

“Konsekuensi dari pencabutan dan peniadaan ganjil-genap, adalah kemudian masyarakat dalam bermobilitas akan menggunakan kendaraan pribadi, tentu korelasi positifnya adalah volume lalu lintas dan penurunan kecepatan pada ruas jalan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read