Dihantam Badai Pandemi Covid -19, 3 Perusahaan Ritel Besar Terpaksa Tutup Gerai

0

Jakarta – Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat semata, jauh lebih luas, pandemi asal China ini juga menghantam keras jalannya perekonomian di Indonesia.

Bukan hanya ekonomi masyarakat yang terganggu, dalam tahun kedua pandemi ini, sejumlah perusahaan ritel besar di Indonesia akhirnya mengumumkan alami kerugian hingga tak lagi bisa mempertahankan usahanya.

Sebenarnya berbagai cara telah mereka lakukan, seperti menutup sebagian gerai mereka agar bertahan tetap bertahan pada tahun pertama pandemi, hingga akhirnya terpaksa menutup semua gerai mereka yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

Giant adalah salah satu ritel yang terpaksa menutup seluruh gerai miliknya terhitung akhir Juli 2021 mendatang. Keputusan pahit ini terpaksa diambil karena perusahaan harus melakukan penyesuaian strategi bisnis yang tepat dengan kondisi dan situasi Indonesia yang masih dilanda pandemi Covid-19.

Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk Patrik Lindvall mengatakan, perusahaan akan memfokuskan bisnisnya ke merek dagang lain yakni IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

“Kami tetap meyakini bahwa sektor peralatan rumah tangga, kesehatan dan kecantikan, serta keperluan sehari-hari untuk kelas atas memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi,” kata Patrik, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (26/5/2021).

Patrik memastikan pihaknya akan mengubah 5 gerai Giant menjadi IKEA serta membuka hingga 100 gerai Guardian baru hingga 2022 dan proses negosiasi untuk potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant ke pihak ketiga telah dilakukan sehingga gerai Giant yang lainnya akan ditutup.

Gerai raksasa berikutnya adalah Matahari yang juga memutuskan menutup 13 dari 147 gerai Matahari di berbagai wilayah, karena operasionalnya membebani keuangan LPFF dan memantau 10 gerai lainnya dengan permasalahan serupa.

Tidak menutup kemungkinan gerai-gerai lainnya akan mengalami nasib serupa, yakni penutupan jika memang tidak cukup menghasilkan ditengah masa pandemi Covid-19.

Centro adalah perusahaan ritel yang juga tidak dapat bertahan ditahun kedua pandemi Covid-19 hingga terpaksa menutup sejumlah gerai di sejumlah wilayah. beberapa diantaranya di Ambarrukmo Mal Yogyakarta, Margo City Depok, dan Bintaro Xchange.

Penutupan ini terjadi setelah perusahaan pengelola Centro, PT Tozi Sentosa, mendapatkan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Pajak Pembayaran Utang (PKPU) dari 5 perusahaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan PT Tozi Sentosa resmi pailit pada 17 Mei 2021.