Selasa, 13 April, 2021
Beranda Lifestyle Health Dicoba Hari Ini, Siswa Sekolah Tatap Muka Jakarta Tergantung Ortu

Dicoba Hari Ini, Siswa Sekolah Tatap Muka Jakarta Tergantung Ortu

Jakarta – Belajar tatap muka di DKI Jakarta, akhirnya dilakuan uji coba hari ini, Rabu (7/5/2021) hingga 29 April 2021.

Ada 85 sekolah yang sudah lolos penilaian Dinas Pendidikan DKI Jakarta dari sisi kesiapan sarana prasarana protokol kesehatan sekolah hingga kesehatan guru serta tenaga pendidik.

Pemprov DKI Jakarta menyatakan telah berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan rencana pembelajaran ini demi menjamin kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana memastikan belajar tatap muka di Jakarta akan berlangsung seminggu sekali untuk satu jenjang kelas tertentu.

“Durasi belajar terbatas antara 3-4 jam dalam satu hari,” kata Nahdiana dalam keterangan tertulis, Selasa (6/4/2021).

Para orangtua memiliki hak konsensus pada uji coba tatap muka sekolah DKI Jakarta yakni hak penuh untuk menentukan apakah anaknya tetap Belajar dari Rumah (BDR) atau memulai blended learning (perpaduan tatap muka dan pembelajaran daring).

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam SKB Empat Menteri, telah memberikan arahan tentang panduan pembelajaran tatap muka berapa waktu lalu.

Nadiem memastikan sekolah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas, apabila mendapatkan persetujuan dari orangtua/wali peserta didik.

“Itu sudah jelas tidak boleh dipaksakan, orangtua punya hak terakhir untuk melaksanakan apakah mengirim anaknya untuk tatap muka atau lanjut pembelajaran jarak jauh,” kata Nadiem dalam diskusi secara virtual bertajuk “Persiapan Pembelajaran Tatap Muka”, Kamis (1/4/2021).

Ada sekolah memiliki dua metode pembelajaran di masa transisi yaitu wajib membuka pembelajaran tatap muka terbatas dan tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh dimana pembelajaran tatap muka secara terbatas ini, tidak sama dengan pembelajaran di sekolah sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

Menurut Nadiem, pembelajaran tatap muka secara terbatas ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat. yakni jumlah peserta didik 50 persen dari total kapasitas, memakai masker, menjaga jarak aman, dan tidak ada aktivitas di kantin.

“Jadi orangtua jangan khawatir, itu hak Anda mengirimkan anak ke sekolah atau tidak,” pungkasnya.

Sebagai panduan, Disdik DKI jakarta menerapkan 6 (enam) poin penting uji coba pembukaan sekolah terbatas, yakni:

  1. Jumlah hari tatap muka terbatas: 1 hati dalam 1 minggu untuk 1 jenjang kelas.
  2. Jumlah peserta didik terbatas, maksimal 50 persen dari daya tampung per jelas dan pengaturan jarak 1,5 meter antara siswa.
  3. Durasi belajar terbatas antara 3-4 jam dalam 1 hari.
  4. Meteri pembelajaran terbatas hanya materi-materi esensial yang disampaikan pada pembelajaran tatap muka.
  5. Satuan pendidikan telah mengikuti pelatihan pembelajaran campuran (blended learning).
  6. Pendidik dan tenaga kependidikan telah divaksinasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read