Selasa, 13 April, 2021
Beranda Lifestyle Health Divaksin Saat Ramadhan, Fatwa MUI: Tidak Membatalkan Puasa

Divaksin Saat Ramadhan, Fatwa MUI: Tidak Membatalkan Puasa

Jakarta – Bagi anda yang beragama Islam dan mendapat “jatah” vaksin Covid-19 saat bulan Ramadhan, tidak perlu khawatir vaksinasi akan membatalkan ibadah puasa karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa terkait hal tersebut.

Komisi Fatwa MUI mengeluarkan fatwa terkait hukum vaksinasi bagi umat muslim saat menjalankan ibadah puasa. MUI menegaskan vaksinasi yang dilakukan melalui injeksi intramuscular (suntik lewat otot) tidak membatalkan puasa.

Fatwa ini dikeluarkan MUI usai rapat pleno yang digelar hari ini, Selasa (16/3/2021) yang membahas berbagai masalah keagamaan terkait pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

“Ini sebagai panduan bagi umat Islam agar dapat menjalankan puasa Ramadhan dengan memenuhi kaidah keagamaan dan pada saat yang sama dapat mendukung upaya mewujudkan herd immunity dengan program vaksinasi COVID-19 secara masif,” kata Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, dalam keterangan tertulis yang diterima oleh mediaguan.com, Selasa (16/3/2021).

Berikut isi lengkap Fatwa No 13 Tahun 2021 terkait Vaksinasi Covid-19.

Pertama: Ketentuan Umum
Dalam fatwa ini, yang dimaksud dengan:

1. Vaksinasi adalah proses pemberian vaksin dengan cara disuntikkan atau diteteskan ke dalam mulut untuk meningkatkan produksi antibodi guna menangkal penyakit tertentu.
2. Injeksi intramuskular adalah injeksi yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot.

Kedua: Ketentuan Hukum
1. Vaksinasi COVID-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa.
2. Hukum melakukan vaksinasi COVID-19 bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuscular adalah boleh sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dlarar).

Ketiga: Rekomendasi

1. Pemerintah dapat melakukan vaksinasi COVID-19 pada saat Bulan Ramadhan untuk mencegah penularan wabah COVID-19 dengan memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang berpuasa.
2. Pemerintah dapat melakukan vaksinasi COVID-19 pada malam hari Bulan Ramadhan terhadap umat Islam yang siangnya berpuasa dan dikhawatirkan menyebabkan bahaya akibat lemahnya kondisi fisik.
3. Umat Islam wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah COVID-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read

Ini Harapan Menpora Amali ke PP PBSI Periode 2020-2024

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali berharap kepengurusan Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) masa...