Selasa, 13 April, 2021
Beranda Lifestyle Health Innalilahi.. Rektor Paramadina Prof Firmanzah Meninggal Dunia

Innalilahi.. Rektor Paramadina Prof Firmanzah Meninggal Dunia

Jakarta – Rektor Paramadina Prof Firmanzah meninggal dunia pada Sabtu (6/2/2021). Salah seorang alumni program beasiswa S2 Universitas Paramadina, Abubakar Solissa mengatakan mantan staf khusus presiden era Susilo Bambang Yudhoyono ini meninggal karena vertigo.

“Saya mendengar beliau meninggal dunia karena vertigo,” kata Abubakar Solissa kepada mediaguna saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (6/2/2021).

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi dari keluarga terkait penyebab meninggalnya Prof Firmanzah di usianya yang relatif masih sangat muda yakni 44 tahun.

Namun Peneliti Center for Indonesian Domestic and Foreign Policy Studies (CENTRIS) ini memastikan meninggalnya Prof Firmanzah, bukan karena COVID-19.

“Bukan (Covid-19). Beliau dikenal sangat baik, sosok yang sangat meneduhkan, sederhana dan bersahaja. Saya dan kita semua tentunya sangat kehilangan beliau,” pungkas Abubakar Solissa.

Dari berbagai riset yang dihimpun mediaguna dari berbagai sumber, dapat dijelaskan bahwasanya Vertigo umumnya bukan penyakit melainkan sebuah gejala dimana ada 2 jenis vertigo yang dikenal, yaitu:

1. Vertigo sentral

Disebabkan oleh kelainan di otak kecil (cerebellum) atau batang otak, vertigo sentral adalah jenis vertigo yang bisa berujung kematian. Beberapa pemicunya antara lain stroke karena penyumbatan pembuluh darah, perdarahan, tumor, infeksi, maupun peradangan.

Biasanya vertigo sentral lebih lama (berlangsungnya). Mual atau muntah jarang, tidak tergantung perubahan posisi tubuh. Bisa ada kelainan saraf lain seperti kelemahan lengan, tungkai, baal, kesemutan, dan gangguan keseimbangan.

Jenis vertigo seperti ini butuh penanganan yang cepat karena jika penyebab utamanya tidak teratasi, bisa berakibat fatal.

2. Vertigo perifer

Jenis vertigo ini bisa dialami oleh usia muda maupun dewasa. Pada usia yang lebih muda, bisa disebabkan oleh trauma kepala dan infeksi telinga, sedangkan pada lanjut usia dipicu oleh penurunan fungsi organ atau proses degeneratif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read