Beranda OASE Strategi dan Pelayanan UMKM Saat Pandemik

Strategi dan Pelayanan UMKM Saat Pandemik

Jakarta – Sudah hampir satu tahun Indonesia masih berjuang di tengah kondisi pandemi akibat dari virus yang disebut Covid-19 atau Corona Virus. Virus tersebut muncul pertama kali di China. Hampir setiap negara pernah atau bahkan masih berjuang melawan virus tersebut. Lockdown adalah salah satu cara pemerintah di sejumlah negara untuk mengurangi bahkan menghilangkan virus tersebut dari negaranya. Hampir seluruh peneliti di sejumlah negara masih mencari tahu obat atau secara umum disebut vaksin untuk menghilangkan virus tersebut. Dampak dari corona virus dirasakan oleh berbagai industri salah satunya yakni Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut artikel yang saya baca, berdasarkan data dari Katadata Insight Centre, tercatat bahwa kurang lebih 82,9 persen UMKM terdampak pandemi Covid-19 yang dapat dilihat dari drastisnya penurunan penjualan.

Strategi dan pelayanan dari suatu perusahaan atau badan usaha yang digunakan oleh UMKM sangatlah penting. Meskipun UMKM dikenal dengan lingkup yang tidak sebesar Perseroan Terbatas (PT) dan perusahaan besar tetapi strategi yang digunakan sebaiknya tetap mengikuti perkembangan teknologi. Kondisi pandemi seperti sekarang ini sedikit “memaksa” UMKM untuk menggunakan teknologi, karena masyarakat lebih banyak di rumah masing-masing dibandingkan diluar rumah dan membeli keperluan dan kebutuhan lewat e-commerce yang tersedia. Strategi yang digunakan oleh sejumlah UMKM yakni, mempromosikan usahanya lewat sosial media yang banyak digunakan oleh masyarakat. Strategi lainnya yaitu, mendaftarkan usahanya pada platform atau e-commerce yang sudah dikenal oleh masyarakat. Masih banyak strategi lain yang dapat dipilih dan digunakan oleh UMKM sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan UMKM itu sendiri. Menurut artikel yang ada pada website kementrian informasi (keminfo), UMKM yang sudah mengikuti perkembangan teknologi atau go online mencapai 3,79 Juta pada tahun 2017.

Salah satu faktor yang dipengaruhi oleh strategi adalah pelayanan dari UMKM tersebut. Jika strategi yang dipilih dan digunakan dapat berjalan dengan baik maka pelayanan yang diberikan kemungkinan besar juga akan berjalan dengan baik. Pelayanan yang digunakan oleh UMKM berbeda-beda. Media pelayanan yang digunakan oleh UMKM yakni aplikasi berbasis chat yang dapat diatur dari akun personal menjadi akun bisnis, melalui e-commerce, melalui website yang mereka buat untuk produk mereka, dan melalui media telepon yang biasanya digunakan untuk melayani complaint atau keluhan dari pelanggan yang biasa disebut customer service. Sebagian UMKM menggunakan keempat media tersebut dan sebagian yang lain hanya memilih satu atau dua media untuk digunakan sesuai strategi, kebutuhan, dan kemampuan masing-masing UMKM.

Menurut artikel yang saya baca, pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada UMKM sebesar 2,4 juta rupiah. Bantuan senilai Rp2,4 juta tersebut bertujuan agar pelaku UMKM dapat menjalankan usaha di tengah krisis akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan data Kemenkop UKM, realisasi BLT UMKM tahap pertama mencapai 100 persen dengan total dana yang tersalurkan Rp21,861 triliun atau setara dengan 99,41 persen hingga 6 Oktober 2020. Tentunya bantuan tersebut memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku dan untuk UMKM yang ingin mendapatkan dana harus mendaftarkan usahanya terlebih dahulu. Bantuan dari pemerintah tersebut memudahkan UMKM yang memilih untuk menggunakan strategi dan pelayanan yang berkualitas tetapi dana usaha dari UMKM tersebut kurang memadai. Bantuan tersebut juga dapat dijadikan solusi untuk UMKM yang sedang mengalami fase krisis dalam keberlangsungan usahanya.

Dengan adanya pandemi pada tahun 2020 ini, UMKM dituntut untuk lebih mengenal dan menggunakan teknologi sebagai strategi dan pelayanan usaha mereka. Strategi yang digunakan harus maksimal agar pelayanan yang diberikan dapat memuaskan pelanggan. Apabila pelanggan puas pada pelayanan dan produk atau jasa yang diberikan, maka mereka akan setia menggunakan produk atau jasa yang diberikan bahkan yang ditawarkan juga. Selain itu, pelanggan yang telah setia juga akan merekomendasikan kepada keluarga, sahabat, bahkan pasangan mereka dan ini akan memberikan keuntungan secara cuma-cuma atau gratis karena produk atau jasa yang UMKM tersebut miliki akan di promosikan oleh pelanggan tersebut atau dalam istilah marketing disebut Word of Mouth (WOM). WOM dapat menjadi negatif atau positif tergantung dari kepuasan pelanggan tersebut.

Ditulis oleh Salsabila Adhisty A.R.,
(Mahasiswa Program Studi Manajemen Internasional, FEB, Universitas Jenderal Soedirman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read