Selasa, 20 Oktober, 2020
Beranda News Hukum Ingat! Aturan Penerbangan Ditulis Dengan Tinta Darah

Ingat! Aturan Penerbangan Ditulis Dengan Tinta Darah

Jakarta – Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (AirNav) Indonesia meminta penumpang tanpa terkecuali termasuk putera bungsu Amin Rais, Mumtaz Rais untuk mematuhi aturan penerbangan yang ‘ditulis dengan darah’.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mumtaz yang juga mantu dari Ketum PAN, Zulkifli Hasan, terlibat keributan dengan Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango karena tidak terima ditegur oleh Nawawi setelah sebelumnya ditegur 3 kali oleh kru pesawat Garuda.

“Mari kita patuhi keselamatan, aturan-aturan itu dibuat nggak sembarangan. Ada pepatah mengatakan bahwa aturan dunia penerbangan itu ditulis dengan darah,” kata Manager Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait, saat dihubungi, Minggu (16/8/2020).

Air Nav Indonesia menegaskan aturan dibuat berdasarkan pengalaman atau kejadian kecelakaan pesawat sehingga tim investigator mencari tahu penyebab dan memberikan rekomendasi yang dijadikan sebagai dasar pembuatan aturan.

“Kenapa, karena semua aturan itu berdasarkan ada insiden ada accident, kecelakaan, itu dicari kenapa penyebabnya lalu dibuat jadi aturan. Semua aturan-aturan dunia penerbangan itu ‘ditulis dengan darah’ istilahnya begitu, karena pasti ada korban di situ,” jelasnya.

Terlebih lagi, penerbangan Indonesia pernah dianggap tidak aman oleh dunia Internasional dan sempat terjadi pelarangan penerbangan oleh beberapa negara. Beruntungnya, penerbangan Indonesia kini dianggap telah memenuhi standar internasional

“Harus dipahami bahwa, dulu penerbangan kita itu dianggap tidak save ya oleh dunia internasional. Kita masuk kategori dua, lalu kemudian di Amerika kita di-banned,” kata Yohanes.

“Penerbangan kita itu akhirnya masuk kategori satu, dianggap save. Kualitas safety Indonesia itu dianggap setara, memenuhi standar keselamatan. Sebelumnya kita dianggap di bawah standar,” tuturnya.

Yohanes mengatakan, upaya peningkatan keselamatan tersebut membutuhkan waktu yang lama. Dia menilai peran serta penumpang dalam mematuhi aturan juga diperlukan dalam peningkatan.

“Itu panjang upaya pemerintah, upaya stakeholder penerbangan untuk meningkatkan keselamatan itu luar biasa effort-nya. Termasuk di dalamnya adalah penumpang, penumpang itu berkewajiban untuk mematuhi aturan,” tuturnya.

“Kami imbau untuk taati lah, kita ini berjuang jangan sampai nanti penerbangan kita dianggap nggak save lagi oleh masyarakat dunia internasional. Penerbangan itu internasional aturannya, apalagi sekarang penerbangan juga sangat terdampak dengan krisis akibat pandemi ini,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read