Rabu, 28 Oktober, 2020
Beranda News Hukum Nawawi Pomolango Ungkap Arogansi Ahmad Mumtaz Rais

Nawawi Pomolango Ungkap Arogansi Ahmad Mumtaz Rais

Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango akhirnya buka suara terkait insiden cekcok antara dirinya dengan putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, dalam pesawat Garuda Indonesia rute Gorontalo-Makassar-Jakarta, Kamis 13 Agustus 2020. 

Wakil Ketua KPK 2019-2023 terpilih tersebut, menegaskan akan menyerahkan sepenuhnya insiden dimana dirinya diolok sebagai sosok pahlawan kesiangan oleh mantu Ketum PAN, Zulkifli Hasan tersebut, kepada pihak kepolisian.

“Kalau ada yang saya merasa perlu sampaikan, mungkin lebih tertuju pada pernyataan beberapa pihak, seakan urusan telah selesai di atas pesawat, tetapi saya kemudian meneruskan laporan ke pihak Kepolisian Bandara Soekarno Hatta (Soetta),” kata Nawawi dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2020. 

Nawawi mengungkapkan alasan mengapa dirinya perlu mengingatkan Mumtaz, yang kedapatan menelepon di dalam kabin pesawat dalam penerbangan tersebut. 

Seat saya dengan yang bersangkutan adalah sederet. Yang bersangkutan di 6A dan saya 6K, dan tidak ada orang lain lagi di barisan kursi tersebut,” ujar Nawawi.

Nawawi mengaku ingat betul, komunikasi melalui telepon seluler yang dilakukan Mumtaz berlangsung saat pesawat sedang melakukan pengisian bahan bakar di bandara di Makassar, Sulawesi Selatan. 

Ia menilai cara Mumtaz Rais berkomunikasi dengan suara keras di dalam pesawat, telah dan sangat mengganggu hak kenyamanan yang seharusnya diperolehnya sebagai sesama penumpang.

Menurut Nawawi, kru pesawat sudah tiga kali mengingatkan Mumtaz agar tidak mengaktifkan ponsel. Namun, putera Amin Rais tersebut malah bersikap lebih arogan. 

“Saya ikut mengingatkan yang bersangkutan setelah upaya berulang awak kabin untuk meminta yang bersangkutan berhenti menelepon tidak diindahkan yang bersangkutan,” tutur Nawawi. 

Nawawi mengatakan hanya mengingatkan dan mengucapkan ‘mas, tolong dipatuhi saja aturannya.’ 

Nawawi menegaskan tidak pernah ada acara maaf memaafkan antara dirinya dengan Mumtaz. Bahkan, meski telah ditenangkan awak kabin dan rekannya, Mumtaz masih terus mengucapkan kata ‘pahlawan kesiangan.’

Atas dasar itulah, Nawawi menyampaikan kejadian tidak menyenangkan yang ia alami kepada pihak berwenang di Bandara Soekarno-Hatta. 

“Jadi, yang bersangkutan sangat mengetahui kalau saya akan menyampaikan laporan tersebut. Ada pihak lain yang merupakan teman yang bersangkutan, saat hendak turun pesawat mengucapkan permohonan maaf. Tetapi yang bersangkutan sendiri telah buru-buru turun tanpa tegur sapa apapun,” ungkap Nawawi. 

“Jadi saya pikir, biarlah apa yang telah saya sampaikan ke pihak Polres Bandara Soetta menjadi kompetensi Pak Kapolres dan jajarannya untuk menindaklanjutinya (Mumtaz Rais),” pungkas Nawawi Pomolango. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read