Rabu, 28 Oktober, 2020
Beranda News Hukum Cekcok Nawawi Pomolango VS Anak Amien Rais di Pesawat Garuda

Cekcok Nawawi Pomolango VS Anak Amien Rais di Pesawat Garuda

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya buka suara terkait insiden keributan yang terjadi dalam kabin pesawat Garuda Indonesia GS 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta, Kamis (13/8/2020) yang melibatkan putra Amien Rais, Mumtaz Rais, kru pesawat dan pimpinan KPK Nawawi Pomolango.

Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, Nawawi saat itu sedang melakukan perjalanan dinas ke Gorontalo dalam rangka menjalankan tugas kegiatan koordinasi pemberantasan korupsi dengan APH dan APIP di wilayah Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan pada 9 Agustus sampai 12 Agustus 2020.

Pada saat pengisian bahan bakar, petugas pramugari sudah mengingatkan beberapa kali secara langsung ataupun secara umum melalui pengeras suara.

“Agar kepada para penumpang tidak berjalan serta tidak menggunakan alat komunikasi,” kata Ali lewat keterangan tertulis, Jumat malam (14/8/2020).

Selanjutnya, Nawawi saat itu melihat Mumtaz Rais tidak mengindahkan imbauan pramugari hingga sekira tiga kali.

Karena Mumtaz masih terus bicara melalui ponsel, sementara Nawawi melihat dari jendela di samping tempat duduknya ada kendaraan pengisi bahan bakar di sekitar pesawat.

Maka, dengan pertimbangan keselamatan seluruh penumpang, Nawawi mengingatkan Mumtaz untuk mematuhi aturan yang berlaku di penerbangan.

“Namun demikian, yang bersangkutan (Mumtaz) tidak merespons dan tetap bicara melalui telepon.”

“Nawawi kembali ke kursi, namun dikejutkan ketika penumpang yang diingatkan tadi justru kemudian mengatakan ‘kamu siapa?”

“Hal ini dijawab Nawawi, ‘saya penumpang pesawat ini dan oleh karenanya wajib mengingatkan sesama demi keselamatan bersama’,” tutur Ali.

Akan tetapi, lanjut Ali, Mumtaz tidak mengindahkan dan menyampaikan beberapa hal.

Hingga, terucap salah satu kalimat yang kurang lebih mengatakan ia di pesawat ini bersama Wakil Ketua Komisi III DPR, dengan mengarah ke salah satu kursi kedua di belakang Nawawi.

Atas jawaban tersebut, kata Ali, kemudian Nawawi merespons ini adalah kewajiban kita sesama penumpang untuk mengingatkan demi keselamatan bersama.

Tidak ada hubungannya dengan posisi sebagai pejabat di manapun, termasuk di DPR.

“Hal ini berangkat dari pemahaman, bahwa Pak Nawawi memahami mitra kerja di Komisi III DPR adalah orang-orang yang memahami hukum.”

“Sehingga tidak mungkin akan bersifat arogan membela jika ada pelanggaran aturan di penerbangan tersebut.”

“Apalagi mengingatkan penumpang lain yang menelepon saat pesawat mengisi bahan bakar adalah demi keselamatan bersama seluruh penumpang,” imbuhnya.

Setelah akhirnya diketahui Nawawi adalah pimpinan KPK, Ali bilang, ada upaya dari penumpang lain yang tadi disebut, salah satunya dari unsur pimpinan Komisi III DPR, untuk meredakan persoalan.

Namun, menurut KPK, persoalannya bukan pada aspek pribadi Nawawi, tetapi bagaimana seseorang memahami dan mematuhi aturan penerbangan yang berlaku dan bersedia diingatkan jika keliru.

“Kemudian, Pak Nawawi mengatakan kalau begitu nanti setelah di bandara saya akan menginformasikan hal ini pada petugas yang berwenang di bandara,” ceritanya.

Kata Ali, setelah turun di Bandara Soekarno-Hatta, Nawawi lantas memberikan informasi adanya kejadian tersebut kepada Kapospol Terminal 3F.

Ali mengatakan, pihak PT Garuda telah menghubungi Nawawi dan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas apa yang dilakukannya selaku penumpang Garuda Indonesia.

Karena, mendukung aturan keselamatan penerbangan terkait turut mengingatkan sesama penumpang demi keselamatan bersama.

“Demikian juga pihak Polres Bandara juga sudah datang menemui Pak Nawawi di Kantor KPK.”

“Dan sudah disampaikan pada prinsipnya bahwa penyelesaian kejadian tersebut diserahkan sepenuhnya kepada petugas yang berwajib,” tutur Ali.

Sebelumnya diberitakan, Mumtaz Rais terlibat keributan dengan kru pesawat dan Wakil Ketua KPK Pamolango Nawawi, di pesawat Garuda Indonesia GS 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Keributan ini dipicu sikap Mumtaz Raiz yang duduk di kelas bisnis menggunakan handphone ketika pesawat tengah boarding dari Gorontalo, dan saat pesawat sedang refueling sewaktu transit di Makassar.

Awak kabin kemudian mengingatkan Mumtaz sebanyak tiga kali.

Namun, Mumtaz tidak mengindahkan peringatan dan justru menegur awak kabin.

Kemudian, Nawawi yang juga berada di kelas bisnis turut menegur Mumtaz, sehingga terjadi adu mulut atau pertengkaran.

Pihak PT Garuda Indonesia pun telah menghubungi Nawawi untuk menyampaikan apresiasi atas sikap Nawawi.

Demikian juga pihak Polres Bandara juga sudah datang menemui Nawawi di kantor KPK.

Pada prinsipnya, pihak Polres Bandara menyampaikan bahwa penyelesaian kejadian tersebut diserahkan sepenuhnya kepada petugas yang berwajib.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read