Rabu, 28 Oktober, 2020
Beranda Lifestyle Twitter Berbayar? Ini Penjelasan Jack Dorsey

Twitter Berbayar? Ini Penjelasan Jack Dorsey

Jakarta – Akhir-akhir ini, warga net khususnya pengguna twitter, ‘resah’ setelah kabar Twitter akan berbayar, merebak dan menjadi pergunjingan di jagat maya.

Bukan tanpa sebab, terlebih lagi CEO Twitter Jack Dorsey melempar wacana untuk menawarkan layanan subscription atau berlangganan untuk platform microblogging besutannya, setelah Twitter mengalami penurunan drastis pada bisnis iklan.

Sebagaimana Facebook, Twitter juga mengandalkan bisnis iklan agar tetap bisa memberikan layanan “gratis” bagi para penggunanya.

“Anda akan melihat beberapa uji coba dari beberapa pendekatan tahun ini,” kata Dorsey kepada analis dan investor saat membahas hasil pendapatan Twitter pada kuartal kedua.

Meskipun demikian, Dorsey mengatakan rencana layanan berlangganan memiliki sejumlah hambatan dan masih sangat mentah serta butuh eksplorasi lebih dalam.

Isu Twitter bakal berbayar sudah mulai ramai sekitar sebulan terakhir. Kabar itu menyeruak saat Twitter ketahuan mengunggah lowongan pekerjaan untuk senior software engineer di New York dengan kode nama “Gryphon”.

Dalam deskripsi lowongan, disebutkan bahwa Twitter mencari “tim baru” yang fokus pada pengembangan platform pengembangan platform berlangganan.

Saat kabar itu muncul, saham Twitter meroket, menandakan investor tertarik dengan rencana tersebut.

“Kami ingin memastikan setiap lini pendapatan baru saling melengkapi dengan bisnis iklan kami,” kata Dorsey, dirangkum mediaguna.com, Minggu (26/7/2020).

Rencana ini muncul ketika banyak pengiklan menarik iklannya karena pandemi Covid-19 dan dalam laporan pendapatannya, Twitter mengumumkan pendapatan dari bisnis iklan sebesar 562 juta dollar AS (Rp 8,2 triliun), turun 23 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Twitter juga menjadi salah satu perusahaah media sosial yang terdampak atas pemboikotan sosial media terkait isu rasisme di Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Namun, petinggi Twitter enggan mengatakan seberapa besar dampaknya bagi pendapatan perusahaan.

Pengumuman laporan keuangan ini dilakukan Twitter di tengah keramaian kasus peretasan yang dialami beberapa akun Twitter orang ternama pertengahan Juli lalu.

Dalam peretasan tersebut, akun Twitter milik Jeff Bezos, Barack Obama, Bill Gates, Elon Musk, serta banyak tokoh terkenal lainnya dibajak oleh pelaku dan dipakai untuk mengunggah tweet berisi penipuan bitcoin.

Twitter melakukan investigasi dan mengatakan ada sekitar 130 akun yang menjadi target peretasan. Atas kejadian ini, Dorsey pun meminta maaf. “Kami merasa sangat buruk dengan insiden keamanan yang terjadi,” ujar Dorsey.

Dorsey mengatakan saat ini Twitter sedang bekerja sama dengan penegak hukum dan firma eksternal untuk menginvestigasi masalah ini. Sang CEO berjanji akan meningkatkan sistem keamanan Twitter.











LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read