Ini Penjelasan Anies Perihal Jakarta Belum Aman dari Corona

0

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan jumlah tes Corona yang ada di Jakarta sudah sesuai standar WHO, bahkan melampaui.

WHO mensyaratkan seribu tes untuk 1 juta penduduk per minggu. Meski demikian, menurutnya jakarta belum aman dari COVID-19. Kenapa?

“WHO menetapkan standar seribu orang dari 1 juta penduduk dites setiap minggunya. Itu yang kemudian kita kerjakan di Jakarta, bahkan setelah masa PSBB transisi ini kita telah melampaui jumlah standar tes oleh WHO,” kata Anies melalui channel YouTube Pemprov DKI Jakarta seperti kutip mediaguna.com, Sabtu (25/7/2020).

“Alhamdulillah Jakarta sekarang telah melewati standar jumlah tes ini bahkan sudah melewati hampir 4 kali lipat standar WHO,” katanya.

Dari hasil tes itulah Anies mengatakan Jakarta masih belum dapat dikategorikan aman dari wabah virus Corona karena prosentase positivity rate atau perbandingan total kasus dengan yang diperiksa masih di atas syarat aman WHO.

“Secara kumulatif, nilai positivity rate kita adalah 5,2 persen, ini di bawah angka rata-rata nasional sebesar 12,3 persen. Ini menunjukkan bahwa nilai positivity rate di Jakarta itu masih sedikit di atas rekomendasi ideal WHO yaitu 5 persen atau di bawahnya. Tapi ini masih jauh di bawah batas maksimal yang pernah disampaikan WHO yaitu 10 persen, jadi maksimal 10 persen, idealya 5 persen, kita 5,2 persen. Apakah kemudian Jakarta aman? Tidak, belum,” jelas Anies.

Anies menghimbau warga Jakarta harus waspada karena positivity rate Jakarta meningkat menjadi 5,9 persen.

“Justru harus waspada karena dalam dua minggu terakhir nilai nilai positivity rate menunjukkan tren yang meningkat. Tiga minggu lalu nilai positivity rate di Jakarta untuk minggu tersebut 4,8 persen, dua minggu yang lalu naik menjadi 5,2 persen, lalu seminggu terakhir ini menjadi 5,9 persen. Jadi kita harus waspada 4,8, 5,2, 5,9. Nah di satu sisi kapasitas testing Jakarta kemampuan kita melakukan testing itu ditingkatkan,” lanjut Anies.

Dalam video tersebut, Anies juga menjelaskan jumlah ruang isolasi dan ICU yang terisi juga mengalami penambahan.

“Lagi-lagi dua minggu atas tren keterisian ruang isolasi dan ICU, misalnya minggu lalu, keterisian tempat tidur isolasi itu adalah 42 persen, lalu minggu ini naik menjadi 44 persen. ICU semula 25 perssn, minggu ini naik menjadi 32 persen. Artinya kita harus waspada. Kita harus ekstra hati-hati,” pungkasnya.