Beranda News Megapolitan Horee.. Syarat Naik Pesawat Kini Lebih Mudah Loh

Horee.. Syarat Naik Pesawat Kini Lebih Mudah Loh

Jakarta – Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) kini bukan lagi syarat yang harus dipenuhi calon penumpang pesawat tujuan dari atau ke Jakarta.

Melalui rilis yang diterima mediaguna.com, Director of Operation & Service PT AP II, Muhamad Wasid mengatakan, SIKM tidak berlaku lagi setelah Pemprov DKI Jakarta menggantinya dengan pemeriksaan Corona Likelihood Metric (CLM).

Akan tetapi, pemeriksaan CLM saat ini juga belum dilakukan di bandara Soekarno-Hatta. Hanya pemeriksaan penumpang tetap dilakukan terkait Health Alert Card (HAC) atau electronic Health Alert Card (e-HAC), serta pengukuran suhu tubuh melalui thermal scanner.

“Sudah tidak adal lagi pemeriksaan SIKM, tetapi tetap dilakukan pemeriksaan HAC atau e-HAC, dan pengukuran suhu tubuh bagi penumpang yang tiba,” kata Muhammad Wasid dalam release tersebut.

Terkait HAC atau e-HAC, penumpang dapat mengisinya sebelum melakukan perjalanan atau saat memproses keberangkatan di bandara keberangkatan, dan akan dilakukan pemeriksaan HAC di bandara tujuan.

Selain itu, saat proses keberangkatan, penumpang juga menjalani protokol pemeriksaan identitas diri dan pemeriksaan surat hasil rapid test atau PCR test.

Adapun masa berlaku surat keterangan uji tes tersebut kini berlaku 14 hari, setelah sebelumnya hanya berlaku tiga hari untuk rapid test dan tujuh hari untuk PCR.

Secara umum, proses keberangkatan kini lebih sederhana karena dokumen yang dipersyaratkan hanya identitas diri serta surat hasil rapid test atau PCR test.

“Dihapuskannya SIKM, pengecekan dokumen yang lebih sederhana dan masa berlaku yang lebih panjang untuk rapid test dan PCR test bisa membuat traveler lebih fleksibel dalam mengatur jadwal penerbangan dan di sisi lain, protokol yang mengedepankan aspek kesehatan tetap dilakukan secara ketat oleh stakeholder di bandara,” jelas Muhammad Wasid.

Berikut syarat terbaru penumpang pesawat, setelah dihapuskannya pemeriksaan SIKM

1. Surat keterangan uji test PCR dan atau rapid test berlaku 14 hari, sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 09/2020

2. Identitas diri seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau kartu identitas sah lainnya

3. Mengisi Health Alert Card (HAC) atau electronic Health Alert Card (e-HAC) sebelum melakukan penerbangan

4. Penumpang diperiksa terkait HAC atau e-HAC

5. Penumpang dicek suhu tubuhnya oleh petugas bandara melalui thermal scanner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read