Media Guna-Jambi. Banyak cara yang dilakukan oleh pedagang untuk menghentikan kegiatan pengusuran dan pembongkaran. Seperti adu mulut dengan para petugas, menghalang-halangi, menangis histeris, bahkan sampai ada yang pingsan. Meskipun demikian, hal tersebut tidak menghentikan kegiatan pembongkaran dan penggusuran.

Pembongkaran massal yang dilakukan terhadap 356 kios di Gang Siku, Kelurahan Orang Kayo Hitam dilakukan oleh petugas Satuan Pamong Praja (Satpol PP) dan petugas Pemkot Jambi, pada Minggu pagi (7 Juni 2020).

Kadis Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Jambi, Komari mengatakan, ”pembongkaran ini sudah melalui berbagai tahapan proses dengan pedagang yang menempati gang ini. Pasar yang berada di Gang Siku harus tetap dibongkar, dikarenakan Pemkot Jambi akan mengembalikan fungsi dari jalan umum tersebut yang ditutupi oleh lapak dan kios dari pedagang”.

“Seharusnya kita bongkar pasar ini pada tahun lalu, namun tertunda karena pasar Angso Duo Baru belum selesai. Kemarin sudah diberikan toleransi hingga akhir lebaran gang ini harus bersih, tapi tidak hanya disini. Ada juga di beberapa titik lainnya yang akan dilakukan normalisasi juga.” jelasnya.

Selain itu, Asisten Tiga Pemkot Jambi, A.Ridwan mengatakan, “Sebelum adanya pembongkaran pasar, semua pedagang telah diberitahukan. Nantinya, pihaknya akan melakukan rapat teknis lanjutan kembali bersama pihak terkait mengenai pengalihan pedagang pasar tersebut”.

“Kita akan ubah kembali menjadi jalanan umum. Ini dilakukan dengan tujuan agar memberikan kenyamanan kepada pengguna jalan, untuk terhindar dari macet dan lainnya. Mereka akan kita arahkan untuk kembali berjualan di Blok A dan B Pasar Angso Duo Modern.” tegas A.Ridwan.

Mayoritas pedagang yang berjualan di Gang Siku sendiri merupakan pedagang pakaian, mainan, dan lain-lainnya. Salah satu diantara pedagang yang tidak ingin menyebutkan namanya bercerita kepada Kontributor Media Guna, “Alasan bertahan dan masih berjualan di sini karena harga sewa ruko di Pasar Angso Duo Modern mahal  bahkan sepi pengunjung. Itu yang membuat saya mau tidak mau bertahan berjualan di sini. Walaupun akhirnya lapak dagangan saya dibongkar petugas”.

Sangat disesalkan, di saat susah seperti ini, pedagang kecil yang seharusnya mendapat relaksasi dari pemerintah, masih harus berjuang dengan keras untuk menyambung dan bertahan hidup.

Ada baiknya pemerintah dapat bersikap bijak dan hati-hati dalam menangani kondisi seperti ini. Mengingat perekonomian masyarakat yang semakin sulit di tengah wabah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here