Lagi-lagi Pengusaha dan Pekerja Menjadi Target Iuran Mengikat

0

Media Guna. Pemerintah telah mematangkan rencana program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat pada 20 Mei lalu.

Dalam PP tersebut, BP Tapera akan memungut sekaligus mengelola dana untuk perumahan bagi PNS, prajurit TNI dan Polri, pekerja di perusahaan BUMN dan BUMD, dan perusahaan swasta.

Pada tahap awal, target peserta Tapera adalah PNS, kemudian TNI dan Polri. Kemudian, Tapera diharapkan telah menjangkau 6,7 juta peserta dari ASN, TNI/Polri, BUMN, dan BUMD.

Sementara karyawan swasta atau formal diberi waktu selambat-lambatnya 7 tahun sejak Badan Pengelola (BP) Tapera beroperasi.

“Besaran simpanan peserta untuk peserta pekerja ditanggung bersama oleh pemberi kerja sebesar 0,5 persen dan pekerja sebesar 2,5 persen,” tercantum dalam aturannya.

Tentunya, hal ini menambah daftar Iuran pengusaha dan pekerja. Sebelumnya, pemerintah juga menetapkan iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang kemudian berubah nama menjadi BPJamsostek.

Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida meminta kejelasan lanjut pemerintah tentang aturan iuran tersebut. dikarenakan, iuran ini nantinya akan berlangsung dalam jangka panjang. Jangan sampai, iuran ini justru membebani masyarakat lantaran tidak jelas keteraturannya.

“Misalnya, kalau karyawan di-PHK, putus iuran di tengah jalan, dananya bagaimana? Sekarang, kalau peserta sudah punya rumah tetap wajib dipotong atau bagaimana?”, tambahnya.

Sebagian besar pekerja menggunakan gaji mereka untuk memenuhi kebutuhan primer seperti menyekolahkan anak, makan sehari-hari, dan sebagainya. dengan hadirnya Tapera tentunya akan menekan finansial masyarakat, apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini kebutuhan pokok makin melabung tinggi.

Selain itu banyak perusahaan yang mengalami tekanan finansial akibat Covid-19. Belum lagi, pemulihan ekonomi yang diprediksi membutuhkan waktu tidak singkat.