Media Guna-Palembang. Songket Palembang adalah kain yang berasal dari kota Palembang, terbuat dari kain sutera dan benang emas.

Kata Songket berasal dari bahasa Melayu yakni kata Sungkit yang berarti “mengait” atau “mencungkil”. Hal ini berkaitan dengan metode dalam pembuatan kainnya yakni mengaitkan dan mengambil sejumput kain tenun, kemudian diselipkan dengan benang emas.

Keberadaan kain Songket Palembang telah dikenal sejak abad ke-9 Masehi yakni pada masa puncak kerajaan Sriwijaya, hal ini dapat dilihat dalam arca di kompleks percandian Tanah Abang, kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Masyarakat Palembang sebelum Perang Dunia II membuat kain Songket yang asli dengan emas murni 14 karat. Ketika kain Songket mulai lapuk, benang-benang emas bisa ditarik dan ditenun kembali dengan kain sutera yang baru.

Menurut hikayat rakyat Palembang, asal mula kain Songket bermula dari pedagang Cina dan India. Pedagang Cina membawa kain sutera dan pedagang India membawa benang emas. Kemudian dari tangan kreatif penduduk Palembang jadilah kain Songket yang terbuat dari kain sutera dan benang emas.

Kerajinan kain Songket semakin berkembang dan memiliki beragam jenis dan motif, diantaranya, Songket Lepus, Songket Tabur, Songket Bunga, Songket Limar, Songket Tretes, dan Songket Rumpak.

Kain Songket ditenun dengan alat tenun bingkai Melayu, dibuat dengan benang emas dan sehelai jarum leper. Kain ini, memiliki harga yang cukup mahal bahkan bisa sampai jutaan rupiah.

Kain menawan asal Pelembang ini pada umumnya, dipakai sebagai pakaian adat masyarakat Palembang untuk menghadiri ritual adat seperti upacara pernikahan, upacara cukur rambut bayi, busana penari daerah Palembang dan acara resmi lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here