Festival Lomba Perahu Naga

0

Media Guna-Jambi. Jika biasanya kegiatan-kegiatan festival identik dengan pertunjukan seni, musik, tarian, dan sebagainya. Berbeda dengan di Kota Jambi.

Ada satu kegiatan yang terus dilaksanakan secara turun temurun dan bertahan sampai sekarang. Kegiatan tersebut adalah lomba perahu naga.

Perahu naga adalah perahu yang bermuatan penumpang sebanyak 12 orang. Dinamakan perahu naga karena perahu tersebut tidak berukuran standar seperti perahu-perahu biasa yang dimiliki warga. Tetapi, perahu naga memiliki ukuran yang dua kali lipat dari ukuran perahu biasa.

Selain juga besar dan menampung cukup banyak penumpang untuk dapat menaiki perahu tersebut. Di ujung perahu bagian depan dan ujung perahu bagian belakang diberikan hiasan ukiran berbentuk naga.

Tidak sembarangan orang dapat menggunakan dan menaiki perahu ini. Biasanya, mereka merupakan ahli dan atlet dayung yang mengikuti perlombaan ini.

Lomba perahu naga dilakukan di bantaran aliran air sungai Batanghari, karena arus dari air sungai Batanghari sangat cocok untuk perahu berukuran besar ini.

Perlombaan biasanya dibuka langsung dan dihadiri oleh jajaran aparatur Pemprov Jambi. Acara lomba perahu naga dimulai dari pukul 13.00 sampai 17.00 wib. Berlokasi di Ancol Tanggo Rajo dibelakang Mall WTC Jambi.

Para peserta yang ingin mengikuti kegiatan ini tidak hanya dari atlet dayung saja tetapi juga berasal dari warga sekitar. Acara ini terbuka untuk umum dengan hadiah mulai dari satu unit motor, uang tunai, kulkas hingga mesin cuci.

Untuk melihat kegiatan lomba perahu naga para pengunjung tidak akan dipungut biaya sepersen pun. Hanya saja pungutan tersebut untuk parkir kendaraan saja.

Lomba ini sudah menjadi tradisi bagi warga, maka sebelum acara dimulai. Pinggiran dari sungai Batanghari sudah dipenuhi dan dipadati oleh kerumunan warga yang berantusias untuk menonton.

Salah satu pengunjung yang setia selalu menonton kegiatan lomba perahu naga ini bercerita kepada kontributor Media Guna. “Lombanyo tu seru, perahu nyo banyak model e. Kadangtu perahunyo beradu kareno nak cepat-cepat sampai ke seberang sano. Mun awak tegak di siko, besorak dan gelak beningoknyo. Lucunyo ado kasian jugo ado la samo pesertanyo.” (Lombanya seru, perahunya banyak variasinya. Terkadang perahunya tabrakan karena ingin cepat-cepat sampai ke garis finish. Kita berdiri di sini, berteriak dan tertawa melihatnya. Lucunya ada kasian juga ada kepada para pesertanya,” kata Azizan.

Itulah kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya di negeri serumpun melayu. Bagaimana teman-teman apakah kalian tertarik untuk melihat perlombaan tersebut?. Ayo, mampir dan jangan lupa untuk berkunjung ke Jambi.