Nurvany.Oktaviyanti

Dalam beberapa hari ini, sudah banyak warga yang terpapar virus Corona. Baik warga yang berada di Kabupaten, maupun yang tinggal di Kota Jambi.

Untuk mencegah dan menekan potensi penyebaran virus ini, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jambi melalukan rapid test secara massal. Tes ini ditujukan kepada ratusan pedagang di belasan pasar tradisional maupun pasar modern yang ada di Kota Jambi.

Kegiatan tersebut dilakukan dan dipimpin langsung oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jambi, Syarif Fasha, yang juga menjabat sebagai Walikota Jambi.

Tim Gugus Tugas melakukan rapid test secara stimulant di 13 pasar yang ada di Kota Jambi. “Kurang lebih dari 500 rapid test yang akan kami sebarkan di seluruh pasar. Kami juga melibatkan semua pegawai puskesmas serta dibantu oleh Jajaran aparat Polresta dan Kodim 0415” kata Syarif, selasa (12/05).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pencegahan dan upaya untuk mendeteksi dini akan potensi dari penyebaran virus ini. “ Kalau tidak dilakukannya rapid test, maka kita tidak akan pernah tahu siapa saja yang telah terpapar wabah ini. Kita utamakan pegadang terlebih dahulu untuk melakukan rapid test, karena mereka setiap harinya selalu berinteraksi dengan banyak orang” lanjutnya.

“Kita berharap semua pedagang yang menjalani rapid test tidak ada yang menunjukkan hasil reaktif. Namun, jika hasil akhirnya nanti ada yang reaktif, maka langsung akan ditangani secara medis dan dibawa ke ruang isolasi yang telah disediakan di rumah sakit,” tegas Syarif.

Walaupun kegiatan ini dilakukan, namun masih banyak ditemukan di pasar tradisional ataupun modern. Pedagang yang tidak memakai masker untuk melindungi diri.

Dari pengakuan salah satu pedagang yang berjualan di pasar Angso Duo “ Kalau ado petugas lewat be baru nak make masker, kalau dak ado. Segan raso e nak make, pengap rasonyo, segeknyo be, penting bawak be. Kageklah nak make dak make tu,” (Jika ada petugas sidak dan lewat saja baru dipakai maskernya, kalau tidak ada. Malas untuk memakainya, sesak nafas, untuk bergaya saja, yang penting dibawa, nantilah mau dipakai atau tidak dipakai ) kata Feri pedagang ikan yang berjualan di pasar tersebut kepada kontributor Media Guna.

Untuk menjaga diri dari penyebaran virus yang tidak kasat mata ini, harusnya kita tidak menyepelekan anjuran untuk menggunakan masker. Sebab penggunaan masker merupakan salah satu cara agar untuk meredam penyebaran virus Corona.

Tetapi, sampai sekarang kita masih saja menyepelekan anjuran tersebut. Padahal slogannya pun sudah sering dipromosikan yaitu “gunakanlah maskermu maka kamu menyelamatkanku”.

Tidak banyak yang peduli dengan slogan ini, banyak yang beranggapan slogan tersebut bagian dari promosi. Bahkan parahnya lagi, ada yang tidak menghiraukannya sama sekali.

Kita bisa membantu tenaga medis untuk meringankan pekerjaan mereka. Dengan cara sering mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, tidak bersalaman, dan masih banyak lagi cara yang dapat untuk mencegah penyebaran wabah ini.