Hegemoni di Rumah Allah

0

Di dalam islam, untuk memilih seorang pemimpin Rasulullah senantiasa selalu mengumpulkan semua sahabatnya dan bermusyawarah bersama-sama. Suara terbanyaklah yang nantinya layak dijadikan sebagai pemimpin ataupun jabatan yang dimusyawarahkan bersama.

Sama halnya dengan pemilihan ketua serta pengurus masjid.

Di jambi contohnya, mayoritas setiap masjid yang ada disini melakukan pemilihan ketua dan pengurus masjid tidak dengan jalan yang benar dan bermusyawarah. Melainkan memakai sistem tunjuk langsung. Bahkan ada yang menerapkan sistem demokrasi.

Padahal, kita tahu Rasulullah tidak pernah memakai sistem demokrasi untuk pemilihan seorang pemimpin. Baik pemimpin pasukan perang, maupun pemimpin pengganti kekhalifahan setelah beliau wafat.

Dari sekian banyak masjid yang memakai sistem tersebut. Masjid Bbaiturrahman termasuk salah satu masjid yang masih sampai sekarang memakai sistem demokrasi dalam pemilihan tersebut. Pemilihan ketua masjid ditunjuk beberapa kandidat yang akan maju sebagai ketua masjid.

Bukan hanya masjid Baiturrahman yang menggunakan sistem tersebut, masjid Ittihad juga memakai dan menggunakannya.

Mengapa dikatakan sistem demokrasi?                                          

Karena pada saat proses pemilihan dan pemungutan suara. Kebanyakan suara yang memilih merupakan warga yang jarang dan tidak pernah datang ke masjid.

Para kandidat berlomba-lomba untuk mempengaruhi warga dengan janji-janji dan bahkan ada yang melakukan pembelian suara dengan cara memberikan uang, menjanjikan posisi sebagai anggota pengurus dan janji-janii lain yang membuat warga terpedaya dan percaya.

Seharusnya yang menentukan ketua masjid adalah orang-orang yang berkompeten di bidang agama dan ahli ibadah. Sistem tersebut sudah mendarah daging dan menjadi sebuah tradisi setiap kali pemilihan ketua beserta pengurus masjid diadakan .

Walaupun rata-rata pemilihan ketua masjid beserta pengurus menerapkan sistem demokrasi. Ternyata setelah dilakukan penelusuran dan investigasi dari kontributor Media Guna. Masih ada masjid yang memakai cara yang diajarkan oleh Rasulullah yaitu dengan cara bermusyawarah untuk mencapai mufakat.

Masjid tersebut adalah Masjid al-Mubarrokah yang berlokasi di daerah Mayang, yang terletak di komplek perumahan Gapura. “Pemilihan ketua dan pengurus masjid di sini, semua warga yang berada di lingkungan sekitar masjid masih memakai sistem bermusyawarah. Mengumpulkan semua warga dan duduk bersama untuk mendapatkan suara terbanyak agar mengetahui siapa yang akan menggantikan posisi ketua masjid sebelumny,” ujar Yukarno salah seorang pengurus masjid al-Mubarrokah.

Harusnya kita dapat mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah bersama para sahabatnya, yang selalu bermusyawarah untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin.

Maka dari itu, sudah sepatutnya kita sebagai generasi penerus untuk merubah sistem dan tidak mencontoh hal tersebut. Agar kegiatan beribadah di rumah Allah benar-benar mendapatkan pahala. Dan sistemnya benar dan tidak salah arah lagi.