Merenungi Nikmat Mata Dari Allah SWT

0

Renungan Dari Ustadz Achmad Hidajatullah S.Pd.MM, General Manager Psycho Clinic Care, Pembicara Pada Log In Parenting Islamic di Radio Dakwah Islamiyah (RDI) Malang Jawa Timur

Bismillah,

mata manusia merupakan “jendela” terbaik untuk mendeteksi penyakit tubuh. Dengan mengintip bagian mata, cukup kiranya akan diketahui anggota badan mana yang mengalami sakit atau pernah mengalami sakit.

Kata “mata” dalam Alquran disebut 64 kali. Bila mengacu pada fungsi mata untuk melihat maka kata “lihat” dituangkan sebanyak 378. Bila diksi “menyaksikan” sebagai bagian dari fungsi mata/indera penglihatan ternyata dijumpai tidak kurang 33 kali.

Ketiganya jika digabungkan akan didapat sejumlah angka 475 (kelipatan ke 25 dari angka 19 lagi). Ternyata memang angka 19 memiliki keunikan dan tempat tersendiri sebagai bagian dari angka matematika qurani. Subhanallah.

Secara sederhana tubuh yang ada dalam setiap diri manusia dihubungkan dengan serabut saraf otak pada persilangan saraf mata dan terletak di SUPRACHIASMATIC.

Di tempat inilah pusat irama biologis manusia diletakkan. Dan dari saraf mata ini akan melakukan proyeksi terhadap bola mata (iris). Dibantu dengan kelenjar air mata, kelenjar hipotalamus dan kelenjar thalamus, semua kejadian dalam tubuh (karena susunan anggota tubuh berlokasi tetap) akan segera direkam dan diinformasikan lebih lanjut.

Menurut Dr. Robert Moore (California University) Suprachiasmatic ini berhubungan dengan jam-jam bioritmik, periode tidur-jaga, metabolisme bahkan fungsi seksual

Kenapa iris mata memiliki kapasitas yang sangat luas untuk dapat merekam seluruh kondisi organ-organ tubuh? Hal ini disebabkan karena iris mata merupakan struktur jaringan yang sangat kompleks pada susunan anatomi manusia.

Iris mata tersusun dari selaput halus yang berlapis-lapis dan didalamnya terkandung beratus-ratus ribu sel (dan ini juga otomatis terdapat juga ribuan bakteri).Seluruh susunan ini terhubung dengan otak melalui serabut-serabut saraf dan pembuluh kapiler darah.

Tentu masih ingat dalam benak kita bahwa otak berhubungan dengan seluruh organ tubuh. (otak adalah pusat saraf tubuh yang terkoneksi secara langsung). Jika terjadi perubahan atau gangguan penyakit pada jaringan organ tubuh, hal ini segera diinformasikan melalui neuron serabut saraf ke otak.

Informasi berupa gelombang energi ini, oleh otak dipancarkan ke mata dan terekam serta difiksasi oleh iris mata. Selanjutnya fiksasi rekaman ini menjadi jejak-jejak data yang dapat dideteksi sehubungan dengan gangguan/penyakit yang dialami oleh organ ataupun jaringan tubuh orang yang diperiksa (D’Hiru: 2005)

Pertanyaan selanjutnya, penyakit atau gangguan apa saja yang dapat dideteksi melalui iris mata dengan pendekatan ilmu iris (iridology)?

Ternyata, dengan pendekatan iridology kondisi stress hingga peradangan (infeksi) pada jaringan tubuh, di organ tubuh mana terjadinya, sejauh mana tingkat peradangan yang terjadi (baik bersifat kronis, akut, subakut atau degenerative) dapat diketahui.

Untuk menjadi ahli iridology (iridologist) tentunya harus memiliki kemampuan menguasai dasar-dasar anatomi tubuh, pengetahuan dasar kesehatan dan penyakit, pengetahuan dasar gizi, pengetahuan psikologi kesehatan dan ilmu pendukung lain yang relevan.

Berdasarkan uraian di atas, ternyata sangat sederhana untuk melihat setiap pribadi muslim (manusia) apakah memiliki gangguan kesehatan atau tidak baik permanen ataupun tidak. Cukup melihat dengan bola mata (iris), maka jendela informasi dari tubuh bisa diketahui secara singkat, dan ini bukanlah klenik, tapi ilmiah

Wallahu’alam