Ngabuburit Online, Ngaji Pasan di Ponpes Al-Anwar Sarang

0

Ngabuburit Online, Ngaji Pasan di Ponpes Al-Anwar Sarang

Ramadhan atau bulan puasa merupakan bulan dengan banyak momen keagamaan di dalamnya. Seperti tadarus, sholat tarawih berjamaah di masjid, pesantren kilat, dan sebagainya. Namun kegiatan tersebut kini tidak bisa lagi dilakukan karena adanya anjuran social distancing dari pemerintah, guna mengurangi penyebaran virus Corona (COVID-19).

Salah satu momen Ramadhan yang paling dinantikan di daerah pondok pesantren adalah ngaji pasan. Ngaji pasan adalah kegiatan belajar mengajar dengan mengaji beberapa kitab selama bulan puasa. Pondok Pesantren Al-Anwar yang didirikan oleh KH. Maimoen Zoebair di Karangmangu, Sarang, Rembang ini, biasanya rutin mengadakan ngaji pasan setiap tahunnya. Namun untuk Ramadhan di tahun ini, harus merubah sistem pembelajarannya menjadi ngaji pasan secara online, yaitu dengan menggunakan media sosial. Media sosial yang digunakan oleh Ponpes Al-Anwar adalah dengan siaran langsung di YouTube. Dalam hal ini keempat cabang Ponpes Al-Anwar menggunakan channel YouTubenya masing-masing, untuk menarik minat santrinya mengaji pasan di rumah mereka.

Ponpes Al-Anwar 1 menggunakan kitab Syarah Hikam al-Hadadiyah oleh KH. Muhammad Najih Maimoen di channel YouTube ppalanwarsarang setiap pukul 16.30 WIB. Ponpes Al-Anwar 2 menggunakan kitab Arba’in Nawawi oleh KH. Zaki Mubarok setiap pukul 10.00 WIB dan Nadhom al-Barjanji oleh KH. Rojih Ubab Maimoen setiap pukul 16.30 WIB di channel YouTube Pondok Pesantren Al-Anwar 2 Sarang Rembang. Ponpes Al-Anwar 3 menggunakan kitab Nushushul Akhyar setiap pukul 09.00 WIB dan al-Ulama’ al-Mujadiddun setiap pukul 16.00 WIB oleh KH. Abdul Ghofur Maimoen di channel YouTube PP. Al-Anwar 3. Sedangkan untuk Ponpes Al-Anwar 4 tidak melakukan ngaji pasan secara daring.

Kepada kontributor Media Guna Nadia Rizky, salah seorang santriwati ponpes Al-Anwar menceritakan pengalamannya mengaji pasan secara daring, “Ramadhan kali ini beda kayak Ramadhan kemaren. Ramadhan kemaren bisa ngaji pasan di pondok, lebih fokus juga bareng ma temen-temen ramai. Kalau online itu enaknya di rumah, kumpul keluarga, tapi kalau mau ngaji kurang fokus, banyak banget gangguan apalagi kalau sore, masih sibuk memasak. Semuanya ada plus minusnyalah. Tapi kangen ngaji pasan di pondok”

Memang banyak orang merindukan momen Ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun begitu, social distancing seharusnya tidak mengurangi semangat kita untuk tetap melaksanakan ibadah, dengan memanfaatkan teknologi yang sudah ada.

Selamat menunaikan ibadah puasa.

Laporan Kontributor Media Guna : Tiana Farah Firdausi