Polemik Ibadah di Tengah Pandemi

https://cdn2.tstatic.net/jambi/foto/bank/images/27052017_al-falah_jamaah_20170527_192515.jpg

            Semenjak adanya wabah virus covid-19. Pemerintah Provinsi Jambi pun ikut serta berupaya dalam memutuskan mata rantai penyebaran virus tersebut kepada masyarakat sekitar yang berada di Jambi. Setelah memasuki bulan suci Ramadhan. Aktivitas kegiatan beribadah di masjid semakin sepi. Tidak ada lagi kegiatan shalat tarawih berjamaah. Bahkan kegiatan tadarusan yang dulunya sering dilakukan, sekarang harus dihentikan. Walaupun sebagian dari masyarakat Jambi telah berupaya mematuhi aturan yang telah dibuat oleh Pemprov, masih ada beberapa masjid yang tetap melakukan kegiatan ibadah berjamaah. Di daerah sekitaran Broni dan Simpang Pulai contohnya, terdapat 2 masjid yang masih melaksanakan aktivitas ibadah seperti biasa. Masjid yang ada di sana tetap membolehkan warga agar tetap melaksanakan ibadah, seperti shalat berjamaah 5 waktu, shalat tarawih dan berbuka puasa di masjid. Kegiatan tersebut dilangsungkan sejak datangnya bulan ramadhan hingga  sekarang.

            Tetapi, kegiatan ibadah yang dilaksanakan di dua masjid tersebut akhirnya telah dihentikan. Sebelumnya telah diberikan teguran langsung oleh Babinsa daerah Telanai, Kapolsek  Telanai, serta lurah dengan mendatangi dan berbicara langsung dengan ketua serta pengurus di kedua masjid tersebut.  Teguran tersebut didapatkan karena adanya laporan dari warga bahwa di dua masjid itu tetap rutin melaksanakan kegiatan ibadah seperti biasa, dan tidak melakukan anjuran untuk beribadah di rumah saja. Lucunya, agar tetap melakukan ibadah di masjid pihak pengurus masjid pun berinisiatif untuk tidak memakai alat pengeras suara seperti mikrofon untuk imam. Hal ini dimaksudkan agar tidak terdengar ke luar. Hal itulah yang membuat sebagian dari warga merasa khawatir dan melaporkannya kepada lurah beserta jajaran aparatur setempat. 

“Salah satu pengurus masjid dari dua masjid tersebut mengatakan bahwasa anggota yang datang kemarin siang telah menginstruksikan agar mengarahkan warga yang tinggal di sekitaran lingkungan masjid untuk melakukan kegiatan ibadahnya di rumah saja. Sebab, provinsi Jambi sekarang telah memasuki siaga satu dan cepat atau lambat bisa berada di zona merah”, tutur sujarwo selaku ketua masjid Baitturahman kepada kontributor Media Guna.

Laporan Kontributor Media Guna : Nurvany Oktaviyanti