Pentol Petis, Bukan Sekedar Jajanan Pentol Biasa

0

Pentol merupakan salah satu jajanan tradisional yang berbentuk seperti bakso. Perbedaan pentol dan bakso terletak pada kandungan daging yang digunakannya.

Anda penggemar jajanan pentol? Jika iya maka anda wajib mencoba pentol yang satu ini. Namanya adalah pentol petis.

Jika biasanya pentol terbuat dari tepung kanji dengan sedikit daging sapi atau ayam, maka pentol petis terbuat dari campuran tepung tapioka dan daging ikan laut sebagai bahan dasarnya.

Beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama di jalur Pantura sangat khas dengan jajanan yang memiliki cara pembuatan dan cita rasa yang unik ini.

Pada umumnya pentol dibuat dengan cara membulatkan sebuah adonan kemudian di rebus atau dikukus. Dalam pembuatan pentol petis ini caranya berbeda yakni dengan cara digoreng dan bentuknya pun belum tentu bulat.

Cocolan untuk pentol petis pun berbeda. Bila kebanyakan pentol akan menggunakan saus dan kecap untuk cocolannya maka pentol petis menggunakan petis untuk cocolannya.

Petis merupakan produk makanan sejenis saus, biasanya berwarna kecoklatan hingga hitam pekat. Petis yang digunakan untuk pentol petis juga berbeda jika dibandingkan dengan produk petis di luar daerah Pantura.

Contoh petis yang biasa digunakan pada tahu petis Semarang. Petis yang digunakan adalah hasil perebusan ikan yang dimasak pindang. Ikan yang akan dimasak pindang, direbus menggunakan garam kemudian ditiriskan.

Nah, kuah pindang ini kemudian direbus lagi dan diaduk hingga kental yang akan menjadi petis yang berwarna kecoklatan. Sebagai cocolan untuk pentol, petis akan diulek bersamaam dengan cabai rawit yang segar.

Kepada kontributor Media Guna, Minuk, penjual pentol petis di Kampung Baru, kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, menceritakan kisahnya berjualan pentol petis.

“Petis itu murah, banyak yang suka. Biasanya para santri, anak sekolah yang sering beli disini. Sekertas minyak itu 5000, pedes ndak’e terserah. Disini ada rujak petis, tahu, kerupuk pati dan es.” ujar Minuk.

Minuk membuka warung kecil depan rumahnya dari pagi hingga habis. Lokasi yang strategis dekat pondok dan sekolah membuat warung Minuk selalu ramai. Salahsatunya tentu berkat keberadaan pentol petis.

Laporan Kontributor Media Guna : Tiana Farah