Tanpa APD, Petugas Penggali Makam Covid 19 di Palembang Hanya Diupah 500 Ribu/ makam

0

Palembang РPandemi Covid 19 kini sudah sangat mengkhawatirkan warga kota Palembang. Berbagai upaya pembatasan sosial pun mulai diterapkan oleh warga. tak hanya itu, Pemerintah Kota Palembang pun telah menyiapkan lahan khusus untuk memakamkan jenazah dari pasien positif coronavirus disease (COVID-19), lokasinya berada di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gandus Hill.

Meski begitu, kini penggali kubur yang bertugas di lokasi itu justru merasa khawatir. Herman (54 tahun), Kepala Pos TPU Gandus Hill sekaligus penggali kubur di lokasi tersebut mengaku menguburkan jenazah pasien virus corona merupakan pengalaman pertama sejak mulai bertugas di lokasi itu tahun 2007.

“Saat ini petugas di TPU ada enam orang. Dua bertugas untuk pembersihan, sisanya penggali kubur termasuk saya,” katanya.

Meski hanya bertugas menggali makam, mereka juga berharap dapat difasilitasi alat pelindung diri (APD) sehingga lebih merasa aman saat bertugas. Hal itu juga untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepada mereka.

Untuk proses pemakaman sendiri dilakukan oleh tim dari gugus tugas dan mereka hanya memantau dari kejauhan. Akan tetapi setelah itu masalah perawatan dan penjagaan makan tetap kembali kepada mereka.

Terkait upah, Herman mengaku mereka hanya menerima Rp 500 ribu. Jumlah itu dibagi rata tergantung berapa orang yang ikut menggali makam dan nilainya sama dengan yang diterima untuk menggali makam pada umumnya.

“Kalau bisa ya dibantu agar ditingkatkan upahnya, ini kan risikonya berbeda,” katanya.