Irfan Setiaputra “Deg-degan” saat Dipinang Erick Thohir

0

Jakarta – Irfan Setiaputra, Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia baru, mengaku sempat deg-degan saat ditawari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir awal Januari 2020 lalu, untuk mengikuti proses penjaringan untuk menjadi direktur utama PT Garuda Indonesia Tbk.

Irfan yang sebelumnya menjabat sebagai Dirut PT INTI ini mengaku sempat pesimis bisa lolos dari proses asessment calon Dirut GarudaIndonesia.

“Mudah-mudahan bagus hasilnya, makanya tadi pagi pas diumumkan, saya sempet deg deg-degan dari tadi malam, gugup (bagaimana) hasil assesmentnya. Tapi mudah-mudahan baguslah. Jadi secara assesment mudah-mudahan saya memenuhi kriteria,” ujar Irfan saat dihubungi Rabu (22/1/2020).

Irfan menilai tawaran dari Erick, adalah kebormatan sekaligus tantangan buat dirinya yang memang tidak memiliki latar belakang di industri penerbangan.

“Mudah-mudahan (saya) tidak mengecewakan masuk industri baru dan kalau mau dibilang apakah saya punya pengalaman di industri penerbangan, saya harus akui tidak,” pungkas Irfan.

Meski belum memiliki pengalaman didunia penerbangan, track record Irfan sebagai pemimpin yang baik dapat ditelusuri di sejumlah sektor bisnis, mulai dari dunia telekomunikasi hingga pertambangan.

Mengutip laman Majelis Wali Amanat Alumni Institute Teknologi Bandung (MWA ITB), Irfan adalah anggota MWA ITB yang berasal dari fakultas Informatika ITB.

Usai lulus dari ITB, Irfan mulai berkarir di sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informatika seperti IBM, LinkNet, hingga Cisco. 

Pada tahun 2000, ia pernah meraih penghargaan IBM STAR of the STARS Award, IBM Professional Achievement Award, dan Best CEO versi majalah SWA. 

Kemudian Irfan bekerja di Cisco selama 7 tahun sebagai Managing Director, dan berhasil meningkatkan bisnis Cisco Indonesia dari 25 juta dollar AS menjadi 125 juta dollar AS. 

Irfan kemudian menjabat sebagai Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT Inti) pada tahun 2009 hingga tahun 2012. Namun ia mengundurkan diri tiga tahun setelah menjabat sebagai Dirut PT Inti dengan alasan gaji yang kecil.

Selanjutnya, Irfan menjadi CEO di sebuah perusahaan pertambangan, PT Titan Mining Indonesia dari tahun 2012 hingga 2014.

Tak hanya itu, Irfan juga tercatat menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) ABM Investama Tbk PT (ABMM), selama satu tahun, yaitu dari tahun 2015 hinga 2016.

Irfan juga pernah menjadi President Director dan CEO PT Reswara Minergi Hartama. Terakhir, Irfan tercatat sebagai CEO Sigfox Indonesia, yaitu sebuah perusahaan Internet of Things (IoT).