Bak Bumi dan Langit, Ini Vonis Ketum Parpol “Koruptor” Selain Romy

0

Jakarta – Majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) hanya menjatuhkan vonis dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan kepada mantan Ketua Umum (ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy.

Padahal, hakim meyakini ada internvensi yang diberikan Romahurmuziy yang biasa disapa Romy kepada mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, untuk meloloskan Haris Hasanuddin menjadi Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Sejumlah pihak menyoroti ringannya vonis Romy yang disinyalir menjadi bagian dari pelemahan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Vonis yang diberikan oleh majels hakim PN Tipikor, dinilai terlalu ringan jika dibandingkan dengan vonis yang dijatuhkan kepada kolega Romy sesama ketum partai politik (parpol) seperti Luthfi Hasan Ishaaq, Anas Urbaningrum, Surya Dharma Ali dan Setya Novanto.

Berikut vonis 4 ketum parpol yang terjerat kasus (korupsi) yang sama dengan Romy:

1. Luthfi Hasan Ishaaq

Majelis hakim tingkat pertama menjatuhkan vonis 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar kepada mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Luthfi Hasan Ishaaq dinyatakan terbukti bersalah melakukan korupsi dan tindak pidana pencucian uang dalam perkara rekomendasi kuota impor daging di Kementerian Pertanian.

Di tingkat banding pun, Pengadilan Tinggi DKI juga menguatkan putusan di tingkat pertama. Kemudian, hukuman Luthfi Hasan Ishaaq diperberat oleh Mahkamah Agung menjadi 18 tahun.

2. Anas Urbaningrum

Hakim PN Tipikor sebelumnya menjatuhkan vonis 8 tahun dari tuntutan 16 tahun penjara oleh Jaksa KPK, karena Anas diyakini terlibat dalam kasus korupsi dan pencucian uang dalam proyek Wisma Atlit.

Mahkamah Agung memperberat vonis Ketum Partai Demokrat tersebut menjadi 14 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda sebesar Rp 5 miliar subsider satu tahun dan empat bulan kurungan, serta dicabut juga hak politiknya.

3. Surya Dharma Ali

Senior Romy di PPP yaitu Surya Dharma Ali, divonis dijatuhi vonis 6 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan oleh hakim PN Tipikor Jakarta dalam kasus korupsi penyelenggaraan haji di Kemenag untuk tahun anggaran 2012-2013 dan penyelewengan dana operasional menteri (DOM) untuk kepentingan pribadinya.

Ditingkat banding, hakim pun memperberat putusan PN Tipikor menjadi 10 tahun penjara.

4. Setya Novanto

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik dan divonis 15 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 7,3 juta dollar AS.

Setya Novanto sempat mengajukan peninjauan kembali (PK) atas kasus yang menjeratnya pada tahun 2019 lalu.

Jika melihat vonis para mantan ketum parpol di tingkat pertama pengadilan Tipikor, Vonis yang dijatuhkan kepada Romy memang sangat ringan sehingga memicu polemik di masyarakat.